nusabali

Pimpin APTISI Bali, Prof Suarta Fokus Tingkatkan Mutu dan Kolaborasi Perguruan Tinggi Swasta

  • www.nusabali.com-pimpin-aptisi-bali-prof-suarta-fokus-tingkatkan-mutu-dan-kolaborasi-perguruan-tinggi-swasta

DENPASAR, NusaBali.com – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Bali periode 2025-2030, Prof Dr Drs I Made Suarta, SH, MHum, mengaku terharu sekaligus bangga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi yang menaungi 51 perguruan tinggi swasta (PTS) di Pulau Dewata.

Pemilihan dirinya sebagai ketua dilakukan secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) APTISI Bali di HARRIS Hotel  Denpasar pada Rabu (22/10/2025), yang berlangsung singkat, karena seluruh peserta langsung sepakat mengusung namanya tanpa perdebatan.

“Pemilihan itu sangat mengagetkan. Begitu nama saya dimunculkan, dari barat, tengah, hingga timur semua langsung bilang ‘idem’. Rencana musyawarah sampai jam 11, tapi jam 9 sudah selesai,” kenang Prof Suarta, yang juga Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Kamis (23/10).

Menurutnya, pemilihan secara aklamasi ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan di kalangan perguruan tinggi swasta di Bali. Ia menilai kepemimpinan bukan semata soal posisi tertinggi, melainkan soal karakter dan tanggung jawab moral.

“Tidak mesti pemimpin itu ada paling atas. Yang utama adalah karakter: jujur, bertanggung jawab, dan berpegang pada nilai Pancasila serta Tri Kaya Parisudha. Kalau itu dijaga, semua orang akan menerima kita,” ujar Prof Suarta.

Sebagai Ketua APTISI Bali, Prof Suarta berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus swasta. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualifikasi dosen, terutama mendorong yang masih bergelar S2 agar melanjutkan ke jenjang doktoral, serta memfasilitasi dosen S3 untuk menjadi guru besar.

“Kalau dosen muda masih S2, saya dorong lanjut ke S3. Yang sudah S3, kita bantu berproses menuju guru besar. Karena jumlah guru besar dan doktor menjadi indikator penting mutu lembaga,” paparnya.

Ia juga menyinggung masih adanya beberapa kampus yang “mati segan, hidup tak mau,” yang kemudian digabung atau dimerger pemerintah agar lebih sehat dan efisien. Saat ini, kata dia, ada 51 PTS aktif dan sehat di Bali yang menjadi tanggung jawab APTISI.

Prof Suarta menegaskan bahwa dalam kepemimpinannya, ia akan mengedepankan semangat kolaborasi. Menurutnya, beban yang berat akan menjadi ringan jika dilakukan bersama-sama.

“Prinsip saya sederhana: bersama kita bisa. Tindakan kecil bila dilakukan bersama akan menghasilkan prestasi besar. Masing-masing harus memberi kontribusi sesuai perannya,” katanya.

Ia bahkan menganalogikan kepemimpinan di APTISI seperti permainan sepak bola, di mana setiap posisi punya tugas dan kontribusi penting menuju satu tujuan—mencetak gol.

“Dalam sepak bola, tidak semua orang mencetak gol. Tapi semua ikut mengalirkan bola. Kalau strategi buntu, jangan menyerah—ubah strategi. Begitu juga dalam hidup dan memimpin,” tuturnya.



Komentar