Satpol PP Razia Kawasan Wisata
Amankan Gepeng, Waria hingga Anak Punk
MANGUPURA, NusaBali - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung secara intensif melakukan penertiban menyasar gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah kawasan wisata. Saat razia di Kecamatan Kuta Utara, tim Satpol PP berhasil mengamankan sebanyak 29 orang yang terdiri dari gepeng, waria, dan anak punk.
Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan untuk menjaga citra dan kenyamanan kawasan wisata, penertiban tidak hanya dilakukan di Kecamatan Kuta Utara, melainkan juga dilakukan di wilayah lain seperti Kuta, Kuta Selatan, Mengwi, dan Abiansemal. Dia mengaku, operasi penertiban dilakukan secara insidental, tidak berdasarkan jadwal tertentu. Namun ketika dilihat gepeng, pihaknya langsung melakukan penertiban. “Jadi kegiatan penertiban ini, merupakan kegiatan rutin kita. Sehingga jika ada laporan dan kami melihat langsung, akan kami amankan,” ujar Suryanegara, Selasa (21/10).
Birokrat asal Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara ini menyebutkan, dalam operasi sebelumnya yang juga digelar di Kuta Utara, Satpol PP menyisir kawasan dari siang hingga dini hari. Tak hanya gepeng, razia kali ini juga menjaring sejumlah waria dan anak punk. “Razia itu kita lakukan secara penuh dari siang hingga dinihari. Bahkan saat itu kita berhasil mengamankan total 29 orang, yang dianggap mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum di kawasan wisata,” kata Suryanegara.
Sementara itu Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Badung, Made Astika membeberkan, dari total 29 orang yang diamankan, 19 orang di antaranya merupakan gepeng. Sementara 5 orang lainnya adalah waria dan 5 anak punk. “Jumlah yang kami amankan tidak ada peningkatan dari sebelumnya. Hanya saja kali ini ada anak punk dan waria,” ucapnya.
Astika juga mengatakan bahwa seluruh gepeng yang diamankan berasal dari Karangasem, dan kebanyakan merupakan orang yang sebelumnya sudah pernah ditertibkan. “Semua orang yang terjaring razia kita serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Badung untuk dibina. Bahkan mungkin ada yang dipulangkan secara langsung,” ujar Astika.
Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat maupun wisatawan dapat beraktivitas dengan lebih tenang dan nyaman tanpa gangguan dari keberadaan para gepeng. Pun harapannya, jika masyarakat ada yang menemukan keberadaan mereka agar melaporkan sehingga tidak mengganggu ketertiban.ind
Komentar