Polres Waspadai Riak-riak Warga di Bugbug
Sesekali melakukan patroli di malam hari. Sebab ketegangan yang selama ini muncul sulit diprediksi.
AMLAPURA, NusaBali
Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba mengedepankan penanganan persuasif terkait riak-riak krama yang berkepanjangan di Desa Adat Bugbug, Kecamatan Karangasem. Riak-riak ini tidak kunjung reda. Penanganannya pun secara persuasif atau pendekatan kepada kedua pihak melalaui mediasi.
“Desa Adat Bugbug itu kan aset bangsa dan mesti dijaga. Pengamanannya secara persuasif agar situasi tetap kondusif, dan masalahnya bisa diselesaikan,” jelas Kapolres AKBP Joseph Edward Purba kepada NusaBali di Amlapura, Selasa (21/10).
Harapannya, penanganan masalah ini agar menghasilkan yang terbaik sehingga diterima kedua pihak. Riak-riak di dua kubu, katanya, muncul sejak lama, sejak datangnya investor yang menyewa lahan di Bukit Ngenjung Awit, di Banjar Samuh, Desa Bugbug. Selanjutnya, masalah muncul setiap ada aci/upacara, berlanjut saat pembentukan pararem ngadegang kelian desa adat. Lanjut, terjadi perselisihan saat majaya-jaya, penetapan prajuru, hingga terakhir muncul riak-riak itu, di saat dilaksanakan upacara Usaba Gumang.
Di setiap kegiatan adat itu, jajaran Polres Karangasem selalu hadir di tengah-tengah masyarakat melakukan pengamanan. Tujuanya, meredam agar tidak terjadi bentrok fisik walaupun situasinya diwarnai dialog cukup panas. Satu hal yang telah membuahkan hasil positif berkat upaya preventif dilakukan jajaran Polres Karangasem sejumlah baliho yang berbau provokatif, diturunkan pemiliknya. Wajah Desa Adat Bugbug jadi bersih dari baliho-baliho.
Meskipun rangkaian upacara telah berakhir, kata Kapolres, aparat dari Polres Karangasem tetap berjaga-jaga di sudut Desa Adat Bugbug. Sesekali melakukan patroli di malam hari. Sebab ketegangan yang selama ini muncul sulit diprediksi. ’’Pengamanan di Desa Adat Bugbug, sifatnya dinamis, dari luar kelihatannya aman dan damai, tetapi antisipasi tetap saja ditingkatkan,” katanya.
Aparat kepolisian, lanjut Kapolres AKBP Joseph Edward Purba, tidak mau kecolongan. Aparat telah diterjunkan dengan melakukan pendekatan di dua pihak sehingga hasilnya untuk sementara kedua pihak telah berupaya menahan diri.
Petugas Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Desa Bugbug yang diterjunkan 24 jam, agar petugas melekat dengan masyarakat. Dengan itu, sekecil apa pun peluang konflik yang terjadi bisa diantisipasi lebih awal. Disebutkan, dengan mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan dan menasihati warga.
Tujuannya, untuk mengubah sikap warga agar kembali sesuai norma yang berlaku, sehingga tercipta suasana kondusif. Sedangkan pengamanan preventif dengan cara mencegah terjadinya masalah, sebelum masalah itu mencuat ke permukaan. Sehingga lebih banyak melakukan antisipasi, melalui patroli keamanan, pemantauan area dan edukasi masyarakat. “Kedua jenis pengamanan itulah, kami optimalkan selama ini, sehingga Desa Adat Bugbug tetap dalam keadaan kondusif,” ujarnya.7k16
Komentar