Yuda Suparsana Sosok 'The Man Behind The Gavel' Golkar Bali
Sukses Pimpin Sidang Pemilihan 9 Ketua DPD II Kabupaten/Kota
DENPASAR, NusaBali - Musda DPD II Golkar Kabupaten/Kota se-Bali akhirnya tuntas digelar. Mulai dari Musda DPD II Golkar Buleleng pada Jumat (12/9), hingga dipungkasi Musda DPD II Golkar Tabanan pada Kamis (16/10), seluruhnya berjalan kondusif, tanpa interupsi, perdebatan dan hasilnya musyawarah mufakat.
Dibalik sukses Musda di 9 kabupaten/kota semua tak terlepas dari tangan dingin kader senior Putu Yuda Suparsana yang didaulat sebagai ‘hakim’ pada setiap sidang pemilihan Ketua DPD II.
Yuda Suparsana merupakan politisi senior Golkar asal Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem yang sudah langganan memimpin sidang-sidang panas saat Musda DPD I Golkar Bali, Musda DPD II, organisasi sayap dan ormas Golkar dalam dua dekade terakhir. Tampilan kalem dan sederhana advokat senior yang saat ini menjabat Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Bali ini, mencatatkan dirinya sebagai sosok ‘The Man Behind Tahe Gavel’ (pria dibalik palu hakim) yang sukses memimpin sidang-sidang pada setiap Musda DPD II.
Musda DPD II Golkar di 9 kabupaten/kota sebenarnya menampilkan aura persaingan yang lumayan besar. Keruh di dalam, bukan berarti harus diumbar di permukaan. Hal ini juga disebut-sebut tak terlepas dari strategi Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, yang tak ingin ada suasana perpecahan dan bisa dimanfaatkan pihak yang ingin memecah Golkar Bali yang sudah solid saat ini.
“Kondusifnya pelaksanaan Musda di 9 Kabupaten/Kota se-Bali tentunya tidak terlepas dari arahan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih, agar mengedepankan musyawarah mufakat dalam pelaksanaan musda,” ujar Yuda Suparsana, di Denpasar Jumat (17/10) siang.
“Kalaupun sebelumnya di beberapa daerah sempat terjadi dinamika tinggi menjelang Musda, maka itu adalah sesuatu yang sangat wajar. Perbedaan yang terjadi merupakan bagian dari proses berdemokrasi yang terjadi di tubuh Partai Golkar yang memang dikenal sebagai partai terbuka,” imbuh mantan Plt Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Bali ini.
Yuda Suparsana menyebutkan selalu berusaha menjaring berbagai aspirasi yang berkembang terkait pilhan dukungan diantara para kader. Karena aspirasi-aspirasi tersebut tentunya tidak boleh diabaikan. “Kebetulan Pak Demer juga memberikan kepercayaan penuh kepada saya sebagai wakil ketua yang membidangi OKK untuk menangani berbagai persoalan-persoalan yang muncul sebelum musda, terutama berkaitan dengan persaingan diantara para kader yang berpotensi maju jadi ketua,” tegas Yuda Suparsana.
Apa ada jurus khususnya? “Tentunya saya berkomunikasi dari hati ke hati dengan para kandidat dalam upaya menemukan titik kompromi, karena sejatinya ini bukan semata tentang perebutan kekuasaan, tapi lebih daripada itu, tentunya berkaitan dengan tanggung jawab yang akan diemban sebagai Ketua DPD Partai Golkar, yang nantinya dibebani target meningkatkan suara dan kursi Partai Golkar di masing-masing daerah,” beber alumni Fakultas Hukum Universitas Udayana ini.
Beruntunglah, kata Yuda, ketika fasilitasi di ruang mediasi, para kader yang tadinya berdiri pada sikap dan egonya masing-masing, akhirnya memilih untuk berjiwa besar serta menyadari bahwa kepentingan partai adalah yang utama daripada ambisi kekuasaan semata. Hal itulah yang membuat perjalanan musda di masing-masing kabupaten tersebut dapat berjalan lancar dan praktis tidak butuh waktu lama dalam mencapai keputusan penting termasuk saat menetapkan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota terpilih.
Yuda Suparsana menyebutkan memimpin sidang-sidang Musda Partai Golkar dengan berbagai dinamikanya, bukanlah hal baru bagi dirinya. Dia pernah memimpin Musda Golkar Provinsi Bali yang sangat krusial di tahun 2009, yang saat itu menetapkan Ketut Sudikerta sebagai ketua terpilih periode 2009-2014 menggantikan Cokorda Budi Suryawan (CBS). “Kebetulan saat itu saya dipercaya sebagai Ketua Steering Committee (panitia pengarah). Dan selanjutnya ditugaskan pula memimpin sidang-sidang musda di tingkat kabupaten/kota sebagai utusan DPD Partai Golkar Provinsi Bali di masa kepemimpinan Pak Ketut Sudikerta,” pungkas mantan fungsionaris DPP Partai Golkar ini.n nat
Komentar