nusabali

Golkar Jembrana Diketuai Kader Anyar

Kembang Hadiri Musda Walau Tak Koalisi di Pilkada

  • www.nusabali.com-golkar-jembrana-diketuai-kader-anyar

NEGARA, NusaBali - Sesuai prediksi, I Kade Joni Asmara Adi Putra resmi menahkodai DPD II Golkar Jembrana periode 2025-2030.

Joni terpilih secara aklamasi dalam Musyarawah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Jembrana yang digelar di Hotel Jimbarwana, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, Rabu (15/10) sore. 

Musda yang dimulai pukul 17.45 Wita ini pun berlangsung cukup singkat, bahkan tidak sampai 30 menit. Joni muncul sebagai satu-satunya calon atau calon tunggal yang diusulkan para pemegang hak suara. 

Melalui dukungan tersebut, termasuk adanya surat diskresi dari DPP Golkar yang mengizinkannya maju meskipun belum genap 5 tahun menjadi anggota Golkar, membuat Joni melenggang dengan mulus. Sebelumnya, Joni yang merupakan politisi asal Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, ini menjabat sebagai Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Kecamatan Jembrana. Joni yang termasuk politisi anyar dan duduk sebagai anggota DPRD Jembrana periode 2024-2029 ini resmi mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Golkar Jembrana yang sebelumnya dipegang I Made Suardana. 

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat memberi sambutan di pembukaan Musda Golkar Jembrana, Rabu (15/10). -IB DIWANGKARA 

Sebelum Musda, acara pembukaan sempat dihadiri Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) dan sejumlah partai politik di Jembrana. Begitu juga hadir langsung Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, jajaran pengurus DPD I Golkar Bali, dan sejumlah ketua dan perwakilan DPD II Golkar di Bali. 

Dalam sambutannya, Bupati Kembang menyampaikan ucapan selamat dan menekankan pentingnya kolaborasi antarpartai demi pembangunan daerah. Meski sebagai Ketua DPC PDIP Jembrana dan dalam Pilkada Jembrana 2024 lalu tidak menjadi satu dengan Golkar, ia menegaskan tidak akan melihat warna dalam membangun Jembrana. 

"Saya memang bukan pakai baju kuning, saya bukan Golkar. Tapi saya memimpin Jembrana tidak melihat warna. Saya juga dipercaya oleh masyarakat memimpin Jembrana tidak juga melihat partai," tegas Bupati Kembang, disambut tepuk tangan peserta Musda. Bupati Kembang mengajak seluruh elemen politik untuk menghentikan kompetisi setelah masa Pileg dan Pilkada usai. Baginya, kemenangan di setiap hajatan politik itu hanyalah kemenangan elektoral. "Mari kita bersama-sama berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kemenangan sejati kita sebagai politisi adalah bagaimana kita bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Bupati Kembang juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus Golkar sebelumnya di bawah komando I Made Suardana atas kontribusinya dalam membangun Jembrana. Ia lantas memberikan motivasi kepada Suardana, yang sebelumnya sempat kalah dalam Pilkada Jembrana 2024. "Jangan berkecil hati. Yang nak taen mase kalah (saya juga pernah kalah saat Pilkada Jembrana 2020, red). Sabar, pasti nanti ada jalannya. Sepanjang kita mau belajar dari kekalahan," pesan Bupati Kembang yang juga sempat disambut gelak tawa dan membawa keceriaan dalam acara Musda tersebut.

Bupati Kembang juga sempat berbagi kisah introspeksi diri secara skala maupun niskala yang ia lakukan pasca kekalahan Pilkada Jembrana 2020 lalu. Ia juga menyebut terinspirasi dari tokoh dunia seperti Abraham Lincoln, termasuk Presiden terpilih saat ini, Prabowo Subianto, yang berulang kali gagal namun akhirnya berhasil.
Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer dalam sesi wawancara, mengaku menyambut baik keterbukaan Pemkab Jembrana. Demer pun menjelaskan bahwa posisi politik Golkar tidak akan didasarkan pada suka atau tidak suka, melainkan pada doktrin partai yang mengutamakan pembangunan. "Golkar itu tetap pada prinsipnya yang mana kami mempunyai doktrin yaitu 'Karya Siaga Gatra Praja', yang artinya kita sama-sama membangun dengan pemerintah," tegas Demer.

Meski Golkar Jembrana tidak menjadi pendukung pasangan calon yang memenangkan Pilkada Jembrana 2024, Demer menegaskan tidak ingin menjadi oposisi yang destruktif atau ngawur. Ia menegaskan bahwa tipe Golkar adalah menjadi mitra yang kritis, objektif, dan solutif. Sikap ini, kata Demer, telah dicanangkan sejak era Jusuf Kalla menjabat sebagai Wakil Presiden. Ini dinyatakan sebagai salah satu landasan agar pemerintahan benar-benar mendapat kontrol yang baik dan prinsip-prinsip demokrasi, termasuk trias politica, dapat berjalan secara ideal.

"Tipe Golkar adalah kritis yang objektif, yang solutif sehingga benar-benar nantinya tidak selalu gaduh di masyarakat, tapi lebih banyak kerja. Doktrinnya juga karya kekaryaan. Lebih banyak bekerjanya ketimbang kita lebih banyak berargumentasi," ucap Demer. 

Di kesempatan itu, Demer juga menyebut bahwa Jembrana adalah daerah yang kurang beruntung dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali, sehingga memerlukan percepatan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Sebagai partai yang memiliki jaringan pejabat-pejabat di tingkat pusat, ia pun menyatakan sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Pemkab Jembrana.

"Ketika nanti kita bekerja sama, tentu kita di Golkar yang mempunyai juga pejabat-pejabat di pusat, tentu akan sangat terbuka untuk bekerja sama. Asal itu benar-benar menyejahterakan masyarakat, asal itu benar-benar untuk percepatan dari pertumbuhan ekonomi di daerah Jembrana ini," kata Demer yang juga anggota DPR RI ini.

Namun, Demer memastikan keterbukaan untuk kolaborasi ini tidak akan mengurangi fungsi kontrol Golkar. Jika terdapat kebijakan yang dianggap kurang pas atau merugikan masyarakat, Golkar tidak akan ragu untuk menyuarakan ke publik. 

Sementara itu, I Kade Joni Asmara Adi Putra dalam pidato perdananya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas amanat memimpin Golkar Jembrana periode 2025-2030. Ia menyadari bahwa ini adalah tanggung jawab besar untuk memajukan Golkar di Gumi Makepung. Joni mengakui bahwa kepengurusannya akan menghadapi banyak tantangan ke depan. Meliputi konsolidasi organisasi, penguatan struktur hingga ke tingkat desa, kaderisasi berkelanjutan, serta persiapan untuk menghadapi Pemilu, Pilkada, dan setiap event politik di Jembrana.

Joni juga memaparkan misi utama kepengurusannya, yaitu mewujudkan Partai Golkar Kabupaten Jembrana kembali jaya sebagai partai yang solid, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Untuk mencapai misi tersebut, ia mengajak seluruh kader memperkuat struktur hingga ke tingkat akar rumput dengan sistem profesional dan berbasis kaderisasi. "Kita harus memberikan ruang kepada generasi muda tanpa mengesampingkan kader lama yang aktif dan juga produktif. Dan tidak lupa kita juga harus memberdayakan kader perempuan," ucap Joni yang berlatarbelakang sebagai pengusaha ini. 7 ode

Komentar