Cuaca Ekstrem, Atap Teras Rumah Ambruk
NEGARA, NusaBali - Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menyebabkan sebuah atap teras rumah tinggal di Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, ambruk. Selain faktor cuaca, ambruknya teras ini diketahui akibat kondisi tiang penyangga yang sudah lapuk.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa (15/10) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Pemilik keluarga pemilik rumah berhasil selamat karena saat kejadian sedang beristirahat di dalam rumah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra, saat dikonfirmasi Kamis (16/10), membenarkan kejadian tersebut. Setelah menerima laporan pada Rabu (15/10), jajaranya telah bergerak melakukan pengecekan dan penanganan. "Kamarin Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III bersama Pusdalops BPBD Kabupaten Jembrana segera turun melakukan kaji cepat dan penyerahan bantuan," ujar Agus Artana.
Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan tim di lapangan, diketahui rumah yang rusak itu adalah milik Komang Sudani, 55. Kerusakan terjadi pada bagian teras rumah, dengan taksiran ukuran bangunan yang roboh mencapai 8 meter x 5 meter.
.jpg)
Penyebab utama kejadian ini diduga karena kondisi kayu bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Kondisi struktural yang lemah tersebut diperparah oleh intensitas hujan dan angin kencang yang terjadi pada saat kejadian. "Perkiraan kerugian Rp 10 juta," ucap Agus Artana.
Sebagai bentuk penanganan awal dan kepedulian terhadap korban, BPBD Jembrana telah menyerahkan sejumlah bantuan logistik kebencanaan. Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, paket Kebersihan, kasur, terpal, matras, dan selimut.
Berkaca dari kejadian ini, Agus Artana mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana selama musim hujan yang disertai angin kencang. Ia juga meminta perhatian bagi pemilik bangunan yang sudah berusia lama atau yang memiliki struktur kayu lapuk agar segera dilakukan pengecekan dan perbaikan. "Kami imbau masyarakat segera melakukan pengecekan dan perbaikan pada bangunan yang sudah rapuh guna mencegah hal serupa. Kewaspadaan adalah kunci utama," ucap Agus Artana.7 ode
Komentar