nusabali

Krama Banjar Abian Kapas Kaja Gelar Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, dan Pedudusan Alit

  • www.nusabali.com-krama-banjar-abian-kapas-kaja-gelar-karya-mamungkah-ngenteg-linggih-dan-pedudusan-alit

DENPASAR, NusaBali.com – Krama Banjar Abian Kapas Kaja, Kelurahan Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, menggelar upacara yadnya besar berupa Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mecaru Wraspati Kalpa, lan Pedudusan Alit di Parahyangan Warga Pawukon Abian Kapas Kaja. Puncak karya dilaksanakan pada Rabu (24/9/2025) bertepatan dengan Buda Cemeng Ukir.

Upacara yadnya ini merupakan wujud bhakti krama dalam penyucian dan penyempurnaan Parahyangan, sekaligus penyatuan unsur sekala-niskala di lingkungan Banjar Abian Kapas Kaja. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal September dengan tahapan upacara yang cukup panjang.

Salah satu prawarta karya, I Kadek Nala Tawa atau yang akrab disapa Dek Nala—owner kuliner Nasi Lawar Abian Kapas sekaligus alumnus Arsitektur Universitas Udayana—menyampaikan bahwa karya ini merupakan realisasi rencana panjang yang telah dipersiapkan sejak tahun 2010.

“Karya ini baru dapat terlaksana pada tahun 2025. Astungkara, pelaksanaan berjalan lancar dan khidmat. Kami ngayah dengan tulus ikhlas sebagai wujud bhakti kami di Sanggah Gede Pakuwon,” ujar Dek Nala.

Ia menuturkan, upacara di Sanggah Gede Pakuwon dipuput oleh dua Ida Pandita dari Griya Tegaljingga. Dalam pelaksanaannya, pasemetonan Pakuwon mengambil tingkatan yadnya utama dengan mempersembahkan Banten Bebangkit 4 dan Pole Gembal, yang merupakan simbol penyucian dan penghormatan terhadap Dewa Pitara.

Meski sempat menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan upakara serta cuaca ekstrem dan banjir, Dek Nala mengaku seluruh persiapan berjalan baik. “Kami menabung dan mempersiapkan karya ini secara bertahap sejak beberapa tahun lalu, termasuk perbaikan pura dan persiapan dana. Astungkara, karya ini labda karya, berjalan lancar,” tuturnya.

Estimasi biaya penyelenggaraan karya mencapai Rp400–500 juta, yang berasal dari urunan krama dan dana pasemetonan.

Dek Nala menegaskan, karya ini bukan semata ritual seremonial, tetapi bentuk nyata yadnya tulus ikhlas krama Banjar Abian Kapas Kaja kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Harapan kami, semoga seluruh krama diberikan kesehatan dan keselamatan. Rasa tulus ikhlas yang kami persembahkan semoga menjadi jalan menuju kebahagiaan, baik lahir maupun batin,” pungkasnya. *m03

Komentar