Badung Tidak Terpengaruh Pemotongan Dana Transfer dari Pemerintah Pusat
MANGUPURA, NusaBali.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan Pemerintah Kabupaten Badung tidak terlalu terpengaruh dengan kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) yang rencananya akan dilakukan Pemerintah Pusat.
“Dampaknya pasti ada—ya pengurangan itu. Tapi ya Astungkara, kita masih punya fiskal yang kuat,” ujar Adi Arnawa ketika ditemui di Puspem Badung, Selasa (14/10/2025) siang.
Akan tetapi, sejumlah daerah menjerit karena dana transfer biasanya menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya di daerah. Belasan gubernur pun memprotes kebijakan ini dan mendatangi Kementerian Keuangan di Jakarta baru-baru ini.
Namun, bagi Kabupaten Badung yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) bernilai fantastis karena sumbangsih pajak dari industri pariwisata, pemotongan TKD tidak membuat APBD Badung rontok. Sebab, kata Bupati, Badung memang tidak terlalu bergantung pada dana transfer.
“Kami rata-rata dapat dana transfer sekitar Rp 300 sekian miliar. Tahun ini mungkin ada pemotongan sekitar sepertiganya, angka pastinya saya belum tahu,” beber Adi Arnawa.
Rata-rata nilai dana TKD Badung ini secuil jika dibandingkan dengan realisasi PAD Badung Tahun Anggaran 2024 yang bernilai Rp 7,5 triliun. Walaupun meleset dari target PAD Rp 10,2 triliun, rata-rata dana TKD yang diterima Badung sekitar 3,99 persen dari realisasi PAD tahun lalu.
Seiring dengan kebijakan optimalisasi PAD yang didorong sendiri sebagai salah satu program andalan Pemkab Badung saat ini, Adi Arnawa memastikan komitmen dan janji-janji politiknya dapat terealisasi. “Apa pun itu semua, kami tetap berupaya mewujudkan komitmen kami,” tandasnya. *rat
Komentar