Bos Warung Makan Ditemukan Tewas di Dalam Kamar
Kuat Dugaan Dibunuh Pacarnya Sendiri
Keluarga menduga, korban meninggal dibunuh oleh pacarnya berinisial KM. Dugaan itu karena KM yang merupakan pacar sekaligus karyawan korban tiba-tiba menghilang tanpa pamit sejak korban diketahui meninggal dunia.
MANGUPURA, NusaBali
Bos warung makan diketahui bernama Endang Sulastri, 41, ditemukan tewas di dalam kamar kontrakannya di Jalan Patimura, Banjar Legian Kelod, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung, pada Senin (13/10) sore. Diduga korban tewas karena dibunuh. Lehernya menderita luka gorok.
Hingga Selasa (14/10) sore aparat Polsek Kuta masih melakukan penyelidikan. Kuat dugaan pelaku pembunuhan terhadap korban adalah pacarnya berinisial KM. Dugaan itu karena sejak korban asal Jawa Timur itu ditemukan meninggal dunia, KM yang juga merupakan pacar korban langsung hilang entah ke mana. KM pergi tanpa pamit dengan rekan karyawan lainnya.
Salah seorang keluarga korban yang engan menyebutkan namanya ditemui NusaBali di lokasi kejadian kemarin siang mengaku, korban pertama kali diketahui meninggal dunia oleh dua orang karyawan bernama Yudi dan Rinto. Kedua karyawan itu curiga karena sudah dua hari korban tak pernah keluar dari kamarnya. Selain itu mereka mencium bau busuk dari dalam kamar korban.
Yudi dan Rinto pun memberanikan diri untuk mengecek pintu kamar korban. Ternyata pintunya dikunci dari dalam. Curiga terjadi hal yang tak diinginkan pada korban, kedua saksi memanggil tukang kunci. Setelah pintu berhasil dibuka, mereka menemukan korban sudah membusuk. Mayatnya dibungkus selimut di atas tempat tidur.
"Saya mendapat informasi tentang kejadian ini kemari di Jawa Timur dari salah seorang karyawan korban. Tadi (kemarin) saya sudah ke RSUP Prof IGNG Ngoerah, Denpasar melihat kondisi jenazah korban. Kondisi jenazahnya sudah bengkak semua," ungkap sumber NusaBali.
Keluarga menduga, korban meninggal dibunuh oleh pacarnya berinisial KM. Dugaan itu karena KM yang merupakan pacar sekaligus karyawan korban tiba-tiba menghilang tanpa pamit sejak korban diketahui meninggal dunia.
"Saya menduga kuat korban dibunuh dan pelakunya KM. Karena memang dia yang memiliki hubungan dekat dengan korban. Sepengetahuan saya kadang KM mengaku sebagai pacarnya. Setelah kejadian ini KM sudah menghilang. Dari pihak kepolisian juga sudah mengambil sebilah pisau sebagai barang bukti," ujarnya.
Sementara itu, pemilik kontrakan bernama Hendra, 39, mengatakan kejadian itu diketahuinya saat ia pulang dari kerja. Ia diberitahu oleh salah seorang yang mengaku sebagai anak angkat korban. “Orang yang mengaku anak angkat korban itu melaporkan Endang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar dengan posisi korban digulung selimut,” ungkap Hendra.
Menerima laporan itu, Hendra meminta agar jangan ada yang masuk ke dalam kamar sebelum polisi datang. Tak berselang lama kemudian polisi datang. Hingga kemarin siang lokasi TKP masih dipasangi garis polisi. “Korban tinggal di sana hampir dua tahun. Dia membuka warung makan. Di tempat usahanya itu ada beberapa orang karyawan dan tinggal di sana,” tuturnya.
Sementara Kapolsek Kuta, Kompol Agus Riwayanto Diputra membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan, memeriksa saksi dan melakukan olah TKP. "Iya benar, tim masih berkerja di lapangan, jadi belum bisa kami kasih detailnya dulu," paparnya.7 cr80
Komentar