nusabali

Pembangunan Breakwater Pantai Kuta Dikebut

  • www.nusabali.com-pembangunan-breakwater-pantai-kuta-dikebut

Mengantisipasi kemungkinan kendala cuaca pada musim hujan, BWS Bali-Penida disebut telah menyiapkan strategi percepatan, terutama pada distribusi material utama.

MANGUPURA, NusaBali
Pengerjaan proyek pemecah gelombang (breakwater) di kawasan Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Badung terus dikebut. Setelah merampungkan dua struktur breakwater di titik BW3 dan BW4 yang berlokasi di depan Discovery Mall Bali, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida kini menggenjot penyelesaian di dua titik berikutnya yakni di BW2 dan BW5. Langkah percepatan ini dilakukan untuk mengejar target penyelesaian sebelum puncak musim hujan.

PPK Sungai Pantai I Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Bambang Kardono menjelaskan progres pembangunan per minggu ini mencapai 18,79 persen, melebihi target rencana 12,56 persen dengan deviasi positif 6,23 persen. “Kita sudah selesaikan BW3 dan BW4, sekarang fokus di BW2 dan BW5, ini kita lagi melaksanakan pekerjaan di BW2 dan BW5 yang mana sudah berjalan 25 persen untuk lokasinya sama bersebelahan di BW3 dan BW4,” ujarnya, Kamis (9/10) pagi.

Bambang menjelaskan, panjang setiap breakwater rata-rata mencapai 100 meter dengan jarak antar struktur sekitar 80 meter. Tidak ada perubahan desain dari rencana awal. Sementara itu, pengerjaan di BW1 hingga kini belum dimulai, namun akan segera dilaksanakan setelah progres BW2 dan BW5.

Mengantisipasi kemungkinan kendala cuaca pada musim hujan, BWS Bali-Penida disebut telah menyiapkan strategi percepatan, terutama pada distribusi material utama. “Kuta kami kejar biar secepatnya selesai, kita akan usahakan mempercepat pengiriman limestone-nya, kalau kendala pelaksanaan di musim hujan tidak ada masalah,” tuturnya sembari menyebut secara keseluruhan pembangunan lima breakwater ini ditargetkan rampung pada Desember 2025.

Di sisi lain, usulan tambahan struktur breakwater dari Desa Adat Kuta masih dalam tahap kajian konsultan untuk memastikan kelayakan dan dampaknya terhadap pola arus pantai. “Iya (usulan breakwater) kita masih menunggu kajian dari konsultannya,” kata Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek tersebut merupakan bagian dari Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II, yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp 267 miliar dan akan berlangsung selama dua tahun, hingga 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, BBCP Phase II (Kuta-Legian-Seminyak) mencakup tiga zona pengerjaan, yakni Zona 1 (Pantai Sekeh) berupa pembongkaran sand stopper, pengisian pasir, dan perpanjangan gorong-gorong. Kemudian Zona 2 (Pantai Kuta) yakni modifikasi dan pembangunan breakwater serta pengisian pasir. Terakhir, Zona 3 (Pantai Legian dan Seminyak) berupa pengisian pasir saja. 7 ol3

Komentar