Polisi Amankan Dua Orang Terkait Kasus Bayi Dikubur
GIANYAR, NusaBali - Satuan Reskrim Polres Gianyar bersama Polsek Sukawati serta Inafis Polres Gianyar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad bayi baru lahir (orok) yang dikubur di pekarangan rumah kontrakan di Banjar Puseh, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Senin (6/10).
Kasus ini masih ditangani oleh Unit PPA Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Gianyar.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi telah memeriksa dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu, yakni seorang laki-laki yang melakukan penguburan serta seorang perempuan yang diduga ibu kandung bayi tersebut.
Adapun laki-laki yang mengubur bayi diketahui berinisial GAA,22, asal Desa Lanek Rembang Biak, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara ibu bayi diketahui bernama Rosiana, perempuan asal Kelurahan Lenek Daya, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan intensif.
Kasi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita membenarkan pengamanan tersebut. “Benar, telah ditemukan bayi baru lahir meninggal dunia yang dikubur di pekarangan rumah kos di Banjar Puseh, Desa Batubulan Kangin. Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya diketahui memiliki hubungan pacaran,” jelasnya, Selasa (7/10). Saat ini, jenazah bayi telah dibawa dan dititipkan di RSUD Sanjiwani Gianyar untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini masih ditangani oleh Unit PPA Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Gianyar. Pihak kepolisian terus mendalami motif serta kronologi lengkap dari peristiwa tragis tersebut.
Seperti diberitakan, warga Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Gianyar digegerkan dengan penemuan jasad bayi yang dikubur di bawah palinggih penunggun karang di sebuah rumah kontrakan di Jalan Subak Blaki, Banjar Pusek, Desa Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar, Senin (6/10). Bayi malang itu diduga hasil hubungan gelap seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial R,21, yang melahirkan diam-diam di rumah majikannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, R melahirkan tanpa bantuan tenaga medis di kamar mandi rumah kontrakan tempatnya bekerja. Usai melahirkan, ia menaruh bayi dan ari-ari di dua ember terpisah. Darah berceceran hingga ruang tamu, namun langsung dibersihkan oleh R agar tidak ketahuan. Setelah itu, R menghubungi kekasihnya berinisial G,22. Ketika G datang, kondisi bayi sudah membiru dan tak bernyawa. Pasangan ini panik, lalu membungkus bayi dengan plastik dan kardus sebelum menguburnya di bawah palinggih penunggun karang di halaman rumah. Kejadian itu diperkirakan terjadi pada, Sabtu (4/10), saat majikan R sedang pulang kampung ke Karangasem sehingga rumah dalam keadaan sepi. 7 nvi
Komentar