nusabali

Banjar Abian Kapas Kaja Gelar Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, lan Padudusan Alit

  • www.nusabali.com-banjar-abian-kapas-kaja-gelar-karya-mamungkah-ngenteg-linggih-lan-padudusan-alit

DENPASAR, NusaBali.com – Krama Banjar Abian Kapas Kaja, Kelurahan Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, menggelar karya mamungkah, ngenteg linggih, caru Wraspati Kalpa, lan padudusan alit di Parahyangan Warga Pawukon Abian Kapas Kaja. Puncak karya berlangsung pada Rabu (24/9/2025), bertepatan dengan Buda Cemeng Ukir.

Rangkaian upacara telah dimulai sejak 1 September 2025 dengan nyukat genah, dilanjutkan dengan sejumlah prosesi adat-religius, di antaranya matur piuning karya (5/9), nancep tetaring, Surya dan panggunangan (9/9), negteg beras (14/9), nunas tirta pengingsah (16/9), hingga melasti, pakelem alit, pedatengan, dan penyamblehan bhatara tirta pada 22 September. Rangkaian karya ditutup dengan penyineban/nyenuk pada 27 September serta nyegara gunung pada 29 September 2025.

Salah satu prawartaka karya, I Kadek Nalatawa atau yang akrab disapa Dek Nala, mengatakan bahwa karya di Sanggah Gede Pakuwon dipuput oleh dua Ida Pandita Griya Tegaljingga.

“Karya ini sudah kami rencanakan sejak tahun 2010, namun Astungkara baru terealisasi tahun 2025 ini. Karya perdana ini kami gelar dengan upacara mamungkah, mendem pedagingan, caru Wraspati Kalpa, serta pedudusan alit. Tingkatan yadnya yang kami ambil adalah tingkat utama, dengan mempersembahkan banten bebangkit empat dan pole gembal,” jelas Dek Nala, owner Nasi Lawar Abian Kapas.


Ia menambahkan, persiapan karya tidak terlepas dari tantangan, mulai dari bencana alam banjir hingga harga sarana upacara yang meningkat. Namun, seluruh krama telah menyiapkan segala keperluan secara bertahap, baik melalui pembangunan, tabungan dana, maupun persiapan lainnya.

“Estimasi biaya karya ini berkisar Rp400–500 juta. Astungkara, berkat kebersamaan dan rasa tulus ikhlas krama, semua dapat terlaksana dengan baik. Harapan kami melalui karya ini, seluruh warga diberikan kesehatan dan keselamatan, serta yadnya ini menjadi jalan menuju kebahagiaan lahir maupun batin,” pungkas alumni Arsitektur Universitas Udayana ini. *m03

Komentar