Petugas Amankan Anak Jalanan Bawa Balita
NEGARA, NusaBali - Petugas gabungan di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, mengamankan sekelompok anak jalanan (anjal) yang kedapatan menggelandang, Selasa (24/9). Lebih memprihatinkan lagi, rombongan dengan 3 orang ini terdapat seorang balita berusia 2 tahun.
Kelompok ini pun akhirnya dipulangkan ke Jawa setelah terbukti tidak memiliki identitas dan tujuan yang jelas Dari informasi, penangkapan anjal ini bermula dari laporan warga kepada aparat Kelurahan Gilimanuk pada Selasa (23/9) sekitar pukul 12.30 Wita. Warga merasa resah dengan keberadaan sekelompok pemuda yang mengamen sambil menenggak minuman keras di depan salah satu toko modern.
Aksi mereka membuat warga yang hendak berbelanja merasa tidak nyaman dan ketakutan. Saat berusaha disambangi petugas, para anjal ini pun sempat berusaha kabur. "Saat kami datangi, mereka sempat melarikan diri. Namun, tak lama kemudian mereka berhasil kami amankan," ujar Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, Rabu (24/9).
Setelah ditangkap, petugas melakukan pemeriksaan identitas. Kelompok ini terdiri dari 2 orang perempuan dan seorang pria, masing-masing berinisial M, 16, PAL, 18, EA, 24, dan turut mengajak seorang anak usia 2 tahun berinisial HN yang diakui merupakan anak dari salah satu anjal tersebut. Mereka mengaku berasal dari Jember, Situbondo, dan dominan dari Probolinggo, Jawa Timur.
Kepada petugas, mereka mengaku hendak menuju Denpasar untuk bekerja dan akan dijemput oleh bos mereka. Namun, petugas mencurigai alasan tersebut sebagai akal-akalan belaka. Kecurigaan ini semakin menguat ketika mereka tidak bisa menunjukkan identitas maupun nomor kontak bos yang dimaksud.
Petugas juga sempat memberikan waktu hingga pukul 14.00 Wita untuk menunggu jemputan. Namun, hingga batas waktu yang diberikan itu, tidak ada siapa pun yang datang sehingga memperkuat dugaan petugas bahwa alasan mereka hanya karangan.
"Mereka datang tanpa identitas dan bekal yang jelas. Mereka mengaku berhasil membeli tiket kapal dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Tetapi ketika diminta menunjukkan identitas, mereka tidak bisa," ucap Gus Tony.
Setelah terbukti tidak memiliki tujuan yang jelas dan meresahkan warga, kelompok anjal ini pun dibawa ke Pos Pemeriksaan KTP untuk diberikan pembinaan. Kemudian mereka dipulangkan kembali ke Jawa dengan ditumpangkan ke salah satu kapal dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang.
Gus Tony menyatakan, tidak melarang siapapun untuk datang ke Bali. Namun, setiap warga yang masuk Bali harus memiliki identitas lengkap dan tujuan yang jelas. Selian itu, ia juga mengimbau agar pendatang menjaga ketertiban serta tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Sepanjang ada identitas dan tujuan yang jelas tidak akan ada yang melarang. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk untuk menjaga kenyamanan dan keamanan bersama," ucap Gus Tony. 7ode
Komentar