Kemenkes Akan Bantu Rp 55 M ke RSUD Wangaya
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Kemenkes akan bantu peralatan ke RSUD Wangaya senilai Rp 55 miliar.
DENPASAR, NusaBali
Banjir bandang yang melanda pada Rabu, 10 September 2025, mengakibatkan kerusakan di RSUD Wangaya, Denpasar. Gedung bawah yang sempat terendam banjir memberi kerugian hingga Rp 83 miliar. Rencananya rumah sakit milik Pemerintah Kota Denpasar ini akan mendapat bantuan sebesar Rp 55 miliar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di samping bantuan yang dianggarkan dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkot Denpasar sebesar Rp 3,5 miliar.
Bantuan dari Kemenkes ini diungkapkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada penyerahan bantuan penguatan ekonomi pascabencana kepada pedagang Pasar Badung dan Pasar Kumbasari pada Kamis (18/9). Gubernur Koster mengungkapkan, pihaknya telah melakukan audiensi dan Kemenkes akan memberikan bantuan Rp 55 miliar kepada RSUD Wangaya.
“Saya juga diminta oleh Pak Wali terkait Rumah Sakit Wangaya kena banjir, diminta mencarikan bantuan ke Kementerian Kesehatan. Hari itu langsung saya menghadap Kemenkes dan akan dibantu peralatannya senilai Rp 55 miliar,” ujar Gubernur Koster.
Terkait bantuan Kemenkes, Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya Anak Agung Ayu Dewi Purnami, Senin (22/9), mengatakan belum ada informasi bantuan Kemenkes tersebut. Namun pihaknya memang telah mengajukan proposal bantuan ke Kemenkes melalui Walikota Denpasar yang diteruskan ke Gubernur Bali.
Sementara untuk BTT senilai Rp 3,5 miliar dari Pemerintah Kota Denpasar, kata Dewi Purnami, akan cair secara bertahap. Hingga Minggu (21/9) BTT sudah cair Rp 700 juta. Bantuan ini digunakan untuk pengadaan obat-obatan yang sebelumnya juga terendam banjir.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Medik sekaligus Plt Wadir Pelayanan RSUD Wangaya dr I Wayan Edi Wirawan, mengatakan kerugian yang mencapai Rp 83 miliar tersebut mencakup kerusakan alat medis dan nonmedis, bangunan fisik hingga kendaraan. Gudang obat bawah yang terendam air pun membuat obat-obatan yang baru diadakan rusak dan hanya terselamatkan sekitar 10 persen.
Dikatakannya, saat ini pelayanan kesehatan baik di poliklinik, IGD termasuk rawat inap sudah normal. Sebelumnya diakuinya di hari pertama banjir, sempat krodit.
Padamnya listrik dan genset yang rusak sempat menjadi kendala dalam pelayanan. Akibatnya pasien yang memakai ventilator dirujuk ke rumah sakit lain. “Saat ini pelayanan sudah lancar kembali,” ucap Edi Wirawan. 7 mis
Komentar