nusabali

Eksibisi Megangsing, Gobleg Teguhkan Warisan Budaya Tamblingan

  • www.nusabali.com-eksibisi-megangsing-gobleg-teguhkan-warisan-budaya-tamblingan

SINGARAJA, NusaBali - Suara plak! tali yang menghentak, disusul kayu gangsing berputar kencang di arena tanah, memecah suasana Jumat (12/9) pagi di Lapangan Voli Celebung, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng. Riuh sorak anak-anak sekolah yang ikut eksibisi membuat suasana terasa hidup, seakan membawa warga kembali ke masa lalu ketika permainan tradisional megangsing masih akrab di setiap halaman rumah.

Eksibisi kali ini terasa istimewa karena menghadirkan kembali suasana itu. Anak-anak SD hingga SMP tampak penuh semangat, berlomba-lomba mengadu teknik lemparan agar gangsingnya berputar paling lama. Setiap kali kayu berukir itu jatuh, tawa lepas pecah di antara mereka.

“Megangsing bukan sekadar hiburan. Ini warisan budaya yang sudah mengakar di Gobleg dan desa-desa Tamblingan,” ujar Perbekel Gobleg, I Made Separsa, yang ikut hadir memberi semangat. Menurutnya, sejarah panjang megangsing memang tak bisa dipisahkan dari Catur Desa Adat Tamblingan (Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umajero).

Di desa-desa tua yang berada di lereng Danau Tamblingan ini, gangsing dulunya dimainkan seusai warga menunaikan kewajiban di ladang atau merayakan musim panen. Permainan sederhana dengan kayu berputar ini jadi sarana rekreasi, sekaligus mempererat kebersamaan antar warga.


Lebih dari sekadar permainan, megangsing juga menyimpan filosofi. Putaran kayu gangsing dianggap mencerminkan siklus kehidupan manusia. Mulai berputar, mencapai puncak, lalu melambat dan berhenti. Filosofi inilah yang diwariskan turun-temurun, membuat generasi muda tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang makna hidup.

Dinas Kebudayaan Buleleng mengemasnya sebagai pelestarian olahraga tradisional, sekaligus mengenalkan kepada generasi baru. “Megangsing perlu terus diperkenalkan agar tidak punah ditelan zaman. Inilah identitas budaya kita,” tegas Kabid Sejarah dan Cagar Budaya, Nyoman Wiradarma.

Tradisi yang bukan hal baru bagi warga Gobleg tetap dijaga kelestariannya hingga saat ini. Pada 2023 lalu, Sekea Gangsing Desa Gobleg bahkan berhasil meraih juara dua di ajang nasional di Kuningan, Jawa Barat.7 k23

Komentar