Korban Banjir Pulih, PPN Pengambengan Kembali Ramai
Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)
Desa Pengambengan
Korban Banjir
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana
I Putu Agus Artana Putra
NEGARA, NusaBali - Memasuki hari kelima pascabanjir yang melanda Kabupaten Jembrana pada Rabu (10/9) lalu, kehidupan masyarakat berangsur pulih. Di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, yang sempat terendam cukup lama, air banjir sudah sepenuhnya surut.
Warga korban banjir juah sudah mulai kembali menjalani aktivitas normal mereka. Sebagain besar nelayan yang merupakan mayoritas penduduk Desa Pengambengan ini juga sudah kembali melaut. Aktivitas di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang sempat sepi dalam beberapa hari pascabanjir, kini sudah kembali ramai. "Bersih-bersih rumah sudah selesai makanya sudah bisa kembali kerja. Sempat empat hari libur karena harus beres-beres habis banjir itu," ujar salah satu nelayan setempat, Arsani, saat ditemui di PPN Pengambengan, Senin (15/9).
Senada dengan Arsani, nelayan lainnya bernama Lutfi juga mengungkapkan hampir lima hari tidak melaut karena sibuk membersihkan rumah. Dia pun menyebut bahwa genangan air di rumahnya baru benar-benar surut dalam waktu selama tiga hari. "Beberapa ada yang masih jemur-jemur kasur. Tapi untuk aktivitas sehari-hari sudah kembali normal," ucapnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Senin kemarin, memastikan bahwa seluruh masyarakat terdampak sudah kembali menempati rumah masing-masing dan tidak ada yang mengungsi. Meskipun demikian, dia mengakui beberapa warga masih disibukkan dengan kegiatan bersih-bersih perabotan rumah tangga.
Saat ini, Agus Artana menyatakan, masih masuk masa Tanggap Darurat Bencana yang dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (17/9). Selama masa ini, fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga. "Jadi kita masih tahap pemenuhan layanan kebutuhan dasar, seperti sembako dan air bersih. Distribusi sembako terus kita lakukan sejak beberapa hari lalu," ujar Agus Artana.
Selain itu, dapur umum yang sebelumnya didirikan di beberapa desa kini sudah dibubarkan karena warga sudah bisa kembali memasak di rumah. Hanya dapur umum di Posko Darurat Bencana Kantor BPBD Jembrana yang masih tetap siaga.
Namun, Agus Artana mengaku, aktivitas memasak di posko utama ini juga sementara dihentikan karena kebutuhan makan bagi petugas gabungan sudah tercukupi berkat bantuan dari salah satu BUMN. "Sekarang kita hanya masih perlu menyediakan makan untuk petugas gabungan yang masih membantu bersih-bersih di beberapa titik ataupun penyaluran logistik," ucapnya.
Meski sudah berangsur pulih, Agus Artana mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi dalam waktu dekat ini. "Dari prediksi BMKG, masih tetap ada potensi hujan. Sesuai perkiraan dan siklus yang biasa terjadi setiap tahun, musim hujan masih bisa terjadi hingga Desember-Januari nanti," ujarnya.7 ode
Komentar