nusabali

Banjir Jembrana Telan Kerugian Rp 44 Miliar

  • www.nusabali.com-banjir-jembrana-telan-kerugian-rp-44-miliar

Dari total kerugian Rp 44,001,106,000, sekitar Rp 35,878,000,000 atau lebih dari 80 persen berasal dari kerusakan ifrastruktur.

NEGARA, NusaBali - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Jembrana pada Rabu (10/9) lalu, menyebabkan kerugian besar. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, total kerugian dan kerusakan akibat banjir ini diperkirakan mencapai Rp 44.001.106.000 atau Rp 44 miliar. 

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra saat ditemui Senin (15/9), menjelaskan bahwa data kerugian tersebut merupakan rekapitulasi sementara hingga 14 September 2025. Dari total kerugian Rp 44,001,106,000, sekitar Rp 35,878,000,000 atau lebih dari 80 persen berasal dari kerusakan Sektor Infrastruktur. "Kerusakan infrastruktur ini paling banyak. Mencakup tanggul atau senderan sungai yang jebol, saluran drainase, dan ada beberapa titik jalan yang rusak," ungkap Agus Artana.

Meskipun tidak ada jembatan atau jalan yang sampai terputus total, satu kerusakan jalan yang cukup parah tercatat di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Jalan kabupaten  di pinggir Sungai Ijo Gading, itu mengalami keretakan dan rawan longsor. 

Untuk sementara, jalan yang menjadi akses penghubung Baler Bale Agung ke Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, ini telah dipasang pembatas sementara agar tidak dilalui kendaraan roda empat. Adapun estimasi kerugian akibat kerusakan jalan di Baler Bale Agung, tesebut diperkirakan mencapai Rp 400 juta. 

Selain Sektor Infrastruktur, kerugian juga tercatat di tiga sektor utama lainnya. Di Sektor Permukiman, kerugian diperkirakan mencapai Rp 2.247.500.000. Walaupun tidak ada rumah yang roboh, banyak kerusakan terjadi di bagian halaman, dapur, dan bagian bangunan lainnya. Kemudian ada kerugian di Sektor Ekonomi sekitar Rp 2.803.106.000, mencakup kerusakan tambak, warung, ternak yang hanyut, jukung, serta berbagai sarana pertanian dan perikanan. 

Sementara itu, kerugian di Sektor Sosial tercatat sebesar Rp 5.000.000, yang di antaranya berupa kerusakan senderan di SDN 1 Baler Bale Agung. Selain itu, BPBD juga memperkirakan kerugian peralatan rumah tangga korban terdampak banjir mencapai Rp 3.067.500.000 atau mencapai Rp 3 miliar. 

Agus Artana menyatakan bahwa data kerugian ini masih bersifat sementara. Pendataan kerugian pada Lintas Sektor, seperti dampak kerugian yang dialami oleh PDAM, PLN, maupun instansi vertikal lainnya masih dalam proses dan belum bisa diestimasikan. "Jadi ini masih data sementara dan masih terus kami kaji lebih lanjut," tegasnya.7ode

Komentar