Lagi, Ombak Rusak 5 Rumah di Pebuahan
Dua kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena sebagian pondasi rumah mereka telah tergerus abrasi.
NEGARA, NusaBali
Gelombang atau ombak laut kembali menerjang pesisir Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana, sejak Rabu (27/8). Amukan gelombang tinggi ini semakin memperparah abrasi di pesisir setempat dan mengakibatkan kerusakan pada 5 rumah warga.
Kerugian material dalam kejadian terbaru ini pun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Dua kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena sebagian pondasi rumah mereka telah tergerus abrasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, kejadian gelombang tinggi itu terjadi sejak Rabu pagi sekitar pukul 11.00 Wita. Ombak terus menerjang wilayah setempat hingga Kamis kemarin. Terkait kejadian itu, pihaknya telah melakukan kaji cepat untuk menilai dampak kerusakan.
"Kami sudah melakukan peninjauan dan mendata kerusakan di lokasi. Ada 5 rumah warga mengalami kerusakan dan ada 2 KK yang telah mengungsi," jelas Agus Artana.
Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, Agus Artana menyatakan diperlukan penanganan secepat mungkin. Terlebih gelombang tinggi masih bisa kembali terjadi sewaktu-waktu. "Kami sudah meminta bantuan alat berat untuk melakukan penanganan sementara," ujarnya.
Agus Artana menyatakan, pihaknya berencana menggunakan alat berat untuk mengumpulkan batu-batu besar dan menumpuknya di sepanjang bibir pantai yang terkena abrasi. Langkah ini diharapkan menjadi penahan sementara dari hantaman gelombang tinggi yang terus mengancam wilayah tersebut.
Dalam menghadapi setiap bencana, Agus Artana pun mengimbau adanya kepedulian dan dukungan bersama dari berbagai pihak terhadap para korban. Terkhusus dalam persoalan abrasi di Pebuahan ini juga diharapkan adanya pembangunan revetmen untuk melindungi seluruh warga pesisir setempat.7ode
Komentar