nusabali

Kepengurusan FOKSI Bali Ditarget Ramping

Sukawan Siap Lepas Jabatan Ketum di Buleleng

  • www.nusabali.com-kepengurusan-foksi-bali-ditarget-ramping

DENPASAR, NusaBali - Pengurus Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Bali masa bakti 2023-2027 dirancang dalam jumlah ramping atau sekitar 15 orang. Perampingan itu agar pengurus organisasi cabor kabaddi empat tahun ke depan lebih efektif.

Sedangkan terkait jabatan Ketua Umum Pengkab FOKSI Buleleng, Ketum Pengprov FOKSI Bali terpilih Made Sukawan Adika juga siap akan melapasnya untuk konsentrasi di tingkat provinsi. 

Menurut Sukawan Adika pada Rabu (7/6),  jumlah pengurus ramping itu ditarget tuntas secepatnya. Dengan demikian, sumber daya manusia (SDM) yang ada dapat memaksimalkan dalam bidang-bidang organiasi. Sukawan ingin memaksimalkan fungsi di masing-masing bidang, sehingga jumlah pengurus tidak sampai lebih dari 15 orang. 

“Jumlah sebanyak itu sudah cukup bagi kita untuk bergerak membina dan mengembangkan prestasi cabor Kabaddi di Bali," tutur Sukawan Adika.

Sukawan berharap pengurus empat tahun ke depan jauh lebih bagus lagi, terlepas p embinaan sudah berjalan di masing masing Pengkab dan Pengkot FOKSI. Menurutnya, tinggal Pengkab FOKSI Karangasem dan FOKSI Bangli yang belum terbentuk. Untuk itu dia akan melakukan penjajakan kedua daerah tersebutm dengan harapan semua kabupaten tuntas memiliki kepengurusan pada akhir tahun ini. 

Menurutnya, saat ini pengenalan cabor kabaddi sudah berjalan sejak usia SD di berbagai daerah. Hal ini terbukti Porjar sudah bisa berjalan aktif untuk cabor Kabaddi. Sukawan Adika berharap pembinaan prestasi tidak terbatas di Kota Denpasar,  Badung, Gianyar, Klungkung, Jembrana dan Tabanan. Harapannya pembinaan juga lebih intensif di daerah lainnya. 

Sedangkan soal masih rangkap jabatan sebagai Ketum Pengkab FOKSI Buleleng, Sukawan Adika mengakui akan melepas dan menaikkan pengurus ketua Harian Pengkab FOKSI Buleleng Yogie Parta sebagai Ketum Pengkab FOKSI Buleleng. 

"Tidak mungkin saya masih rangkap jabatan, saya pilih fokus di provinsi saja kan bisa lebih luas pengembangannya ke seluruh Bali," tutur Sukawan Adika. 

Lalu menanggapi program FOKSI Bali pasca dirinya terpilih, Sukawan menyebutkan program pengembangan dan peningkatan kualitas SDM melalui Traning Of Trainer (TOT) pelatih dan wasit. Visi dirinya adalah sport to all artinya tidak saja bicara prestasi, tetapi olahraga yang berorientasi pembinaan dari usia dini,  sehingga ke depan bisa dikembangkan sebagai industri, spt sport tourism saat ini.dek

Komentar