nusabali

HUT ke-66, Kodam Udayana Gelar Berbagai Kegiatan

  • www.nusabali.com-hut-ke-66-kodam-udayana-gelar-berbagai-kegiatan
  • www.nusabali.com-hut-ke-66-kodam-udayana-gelar-berbagai-kegiatan
  • www.nusabali.com-hut-ke-66-kodam-udayana-gelar-berbagai-kegiatan

DENPASAR, NusaBali - Menyongsong peringatan HUT ke-66 yang jatuh pada hari ini Sabtu (27/5) Kodam IX/Udayana melaksanakan berbagai kegiatan.

Misalnya melaksanakan Pitra Puja di Merajan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai di Puri Carangsari, Kecamatan Petang, Badung dan Penjamasan Pataka Kodam IX/Udayana di Pura Bukit Dharma Durga Kutri, Gianyar yang digelar, Kamis (25/5). 

Kegiatan dilanjutkan dengan upacara ziarah rombongan di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat (26/5). Semua kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto. 

Pada kegiatan ziarah di TPB Margarana kemarin diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan dilanjutkan mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di Monumen TPB Margarana dan diakhiri tabur bunga oleh seluruh peserta upacara di Pusara Para Pahlawan.

Foto: Upacara Penjamasan Pataka Kodam IX Udayana di Pura Bukit Dharma Durga Kutri, Gianyar. -IST

"Kegiatan ziarah di Taman Makam Pahlawan seperti ini selalu dilaksanakan oleh Kodam IX/Udayana menjelang puncak hari jadinya. Hal ini dimaksudkan, sebagai wujud hormat dan bakti keluarga besar Kodam IX/Udayana kepada para Kusuma Bangsa. Selain itu juga untuk mendoakan dan mengenang jasa-jasa para Pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Bangsa Indonesia," ungkap Pangdam. 

Sementara terkait kegiatan pelaksanaan Tradisi Penjamasan Pataka Kodam IX/Udayana “Praja Raksaka” yang dilakukan sebelumnya dimaksudkan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh Prajurit Kodam IX/Udayana selalu diberikan kekuatan, keselamatan serta pemikiran yang jernih dan suci sehingga mampu mengemban tugas tanggung jawab yang diberikan negara.

Pangdam mengatakan Pataka Kodam IX/Udayana merupakan lambang atau simbol penjelmaan sebagai media konsentrasi, pemusatan kepemimpinan dan cita-cita bagi satu kesatuan instansi militer yang membawahi wilayah Bali, NTB, dan NTT. Dengan adanya simbol atau lambang tersebut diharapkan tumbuh semangat jiwa korsa dan soliditas dalam satu ikatan batin yang kuat sehingga cita-cita dapat tercapai. 7 pol

Komentar