nusabali

Hilang 17 Hari, Ternyata Tewas di Kebun

  • www.nusabali.com-hilang-17-hari-ternyata-tewas-di-kebun

Kebun tempat penemuan mayat korban itu adalah kebun milik keluarganya, sekitar 300 meter di sebelah barat rumahnya.

NEGARA, NusaBali
Seorang nenek, Gusti Ayu Ketut Raka,66, dari Banjar Sumbersari, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana, ditemukan tewas di kebun, Kamis (20/4) pagi. Sebelum ditemukan meninggal, korban yang sudah pikun-pikunan ini, sempat dinyatakan hilang sejak Senin (3/4) sore atau sejak 17 hari lalu.

Informasi yang dihimpun NusaBali, mayat korban pertamakali ditemukan oleh anaknya, Gusti Ayu Anom Parwati,46, alamat Banjar Sadnyasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, dan Gusti Ayu Putu Suryani, 54, alamat Banjar Sumbersari, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana. Kebun tempat penemuan mayat korban itu adalah kebun milik keluarganya, sekitar 300 meter di sebelah barat rumahnya.

Dari keterangan kedua saksi, korban diketahui sempat meninggalkan rumah dan tidak kunjung pulang sejak Senin (3/4) sekitar pukul 15.00 Wita lalu. Sejak korban hilang, dari pihak keluarga dibantu tetangga sekitar sudah sering melakukan pencarian, namun tidak kunjung membuahkan hasil.

Saat kembali melakukan pencarian pada Kamis kemarin sekitar pukul 10.00 Wita, kedua saksi pun tidak sengaja mencium bau busuk. Setelah berusaha ditelusuri, ternyata sumber bau busuk itu berasal dari tubuh korban yang sudah dalam kondisi meninggal dunia. Temuan mayat itu pun langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan petugas Inafis Polres Jembrana bersama salah satu dokter dari Puskesmas 1 Melaya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban ditemukan menggunakan baju kaos warna hitam corak merah, bawahan rok warna abu-abu, dan selendang warna hitam. Di samping mayat korban, juga ditemukan sebuah kamben batik coklat motif daun.

Dari perkiraan dokter, korban diduga sudah meninggal beberapa hari lalu. Saat ditemukan itu, mayat korban yang menebar bau busuk itu pun tampak sudah dikerumuni semut, lalat, dan  belatung. Setelah dipastikan tidak ada dugaan ataupun indikasi tindak kriminal dalam kasus kematian tersebut, jenazah korban langsung diserahkan Polisi ke pihak keluarga.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Androyuan Elim mengatakan, dari pemeriksan terhadap keluarga, korban yang sudah lanjut usia (lansia) itu diketahui memang sudah pikun. Korban juga sudah sering hilang tidak ingat jalan pulang. Bahkan korban juga sering ditemukan menginap di rumah-rumah warga sekitar.

"Terakhir, korban kembali hilang sejak tanggal 3 April lalu. Sudah berusaha dicari-cari, namun tidak ditemukan. Akhirnya tadi keluarganya sempat mencium bau busuk, dan menemukan korban sudah meninggal," ucap AKP Elim.

Menurut AKP Elim, dari pihak keluarga telah menerima kematian korban. Keluarga pun menolak untuk dilakukan autopsi ataupun pemeriksaan lebih lanjut. "Keluarga tidak mempermasalahkan dan menerima kematian korban," ujar AKP Elim.7ode

Komentar