nusabali

BPOM Sidak 21 Sampel Takjil di Tabanan

  • www.nusabali.com-bpom-sidak-21-sampel-takjil-di-tabanan

TABANAN, NusaBali
Serangkaian bulan puasa Ramadhan 1444 Hijriah/2023, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar melakukan pengawasan  dan pemeriksaan makanan buka puasa atau takjil di kawasan Masjid Agung, Desa Dauh Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan pada Selasa (11/4) sore.

Dari 21 sampel takjil yang diuji seluruhnya negatif mengandung bahan makanan berbahaya. Sidak takjil dimulai sekitar pukul 16.00 Wita. Petugas BPOM yang didampingi langsung Dinas Ketahanan Pangan Tabanan mengecek satu per satu makanan ataupun jajanan yang dicurigai mengandung 4 parameter bahan berbahaya, yakni pewarna merah atau rodamin B, pewarna kuning metanil yellow, formalin, dan borax.

Plh Kepala BBPOM Denpasar I Wayan Eka Ratnata, mengatakan pengawasan dilakukan untuk menjamin rasa aman dan memberikan perlindungan terhadap konsumen untuk tidak mengkonsumsi bahan makanan berbahaya. “Ada 21 sampel yang kita uji, seluruhnya negatif mengandung 4 parameter bahan berbahaya,” kata Ratnata.

Kata dia, sampel yang diuji tersebut sebagian besar makanan yang sudah siap dikonsumsi. Seperti pepes pindang, kolak, bakso, keripik, hingga minuman. “Karena sudah dinyatakan negatif, jadi seluruh takjil yang ada di kawasan Masjid Agung ini aman dikonsumsi,” ucapnya.

Dia pun menyerukan, sebagai pengetahuan bagi konsumen dan penjual apabila menemukan warna makanan yang mencurigakan seperti warnanya mencolok, berbau, dan tahan lama jangan dibeli. “Dan terhadap produsen, bila menjual makanan wajib gunakan bahan makanan yang terdaftar di BPOM,” tegas Ratnata.

Untuk saat ini, pemeriksaan makanan serangkaian bulan puasa Ramadhan, di Tabanan memang dilaksanakan di Masjid Agung saja karena menjadi pusat keramaian. “Kami mengambil tempat secara acak, termasuk juga di kabupaten lain secara acak,” kata Ratnata.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, menambahkan terhadap konsumen, berbelanja harus cerdas. Bila menemukan makanan atau bahan makanan mencurigakan jangan dibeli, termasuk harus teliti untuk melihat kadaluwarsa makanan tersebut. “Pembelian bahan makanan harus cerdas sama juga perlakuan terhadap membeli sayur. Harus cuci sebelum dikonsumsi agar tak mengandung pestisida,” kata Dewa Ayu Widyanti. *des

Komentar