nusabali

Pedagang Pasar Umum Negara Masadu ke DPRD

  • www.nusabali.com-pedagang-pasar-umum-negara-masadu-ke-dprd

Pedagang Pasar Umum Negara yang tergabung dalam Paguyuban Sanji Merta menyatakan belum pernah mendapat sosialisasi rencana revitalisasi pasar tersebut.

NEGARA, NusaBali

Puluhan pedagang Pasar Umum Negara, mendatangi kantor DPRD Jembrana, di Jalan Surapati, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Selasa (11/4) pagi. Sekitar 50-an orang pedagang ini datang untuk masadu (mengadu) terkait rencana revitalisasi Pasar Umum Negara.

Kedatangan para pedagang bersama jajaran pengurus Paguyuban Sanji Merta (paguyuban pedagang Pasar Umum Negara), ini diterima para pimpinan DPRD Jembrana dan jajaran komisi terkait. Dalam pertemuan di ruang rapat DPRD Jembrana, para pedagang berharap dewan bisa memfasilitasi keinginan pedagang terhadap revitalisasi pasar yang direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun ini.

Ketua Paguyuban Sanji Merta Putu Gede Eka Sasthujana, mengatakan intinya para pedagang tidak menolak rencana revitalisasi Pasar Umum Negara. Diakuinya, bangunan Pasar Umum Negara yang sudah tua, sangat perlu diperbaiki ataupun direvitalisasi. Namun dalam revitalisasi nanti, diharapkan agar bangunan pasar tidak dibuat bertingkat.

Apabila dibuat bertingkat, Eka Sasthujana khawatir pasar akan semakin sepi dan pembangunan akhirnya mubazir. Terlebih, sudah ada beberapa contoh di beberapa wilayah Bali, termasuk pembangunan Pasar Ijo Gading di Jembrana. “Selama ini kita melihat revitalisasi pasar yang ada di Bali, semua yang berlantai (bertingkat), hanya satu lantai saja untuk difungsikan berjualan. Bahkan para pedagang akhirnya enggan untuk berjualan,” ucap Eka Sasthujana.

Menurut Eka Sasthujana, dalam revitalisasi yang direncanakan pemerintah itu, diharapkan juga mempertimbangkan keinginan warga yang ada di pasar. Bahkan sampai saat ini, dikatakannya belum ada sosialisasi kepada pedagang. “Keinginan pedagang jangan dikondisikan supaya berlantai (bertingkat). Apalagi sampai lantai 3. Pedagang ada yang berjualan sembako berton-ton itu, akan sulit berjualan,” kata Eka Sasthujana.

Disinggung mengenai adanya rencana relokasi pedagang ke Lapangan Umum Dauhwaru, Eka Sasthujana mengaku, para warga pasar juga belum dapat menerima hal tersebut. Menurutnya, tempat di Lapangan Umun Dauhwaru itu terlalu sempit. Tempat itu pun dinilai kurang representatif karena berada dekat dengan Pasar Umum Jembrana.

“Menyangkut relokasi, juga belum ada komunikasi ke pedagang. Untuk tempat relokasi, kami harapkan supaya tidak menjadi suatu persengketaan, baik itu terhadap lingkungan sekitar. Dan kami berjualan tetap nyaman. Itu yang kami harapkan,” ucap Eka Sasthujana.

Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi mengatakan, ada berbagai aspirasi yang disampaikan pihak paguyuban pedagang Pasar Umum Negara itu. Menurutnya, terkait program revitalisasi Pasar Umum Negara memang sudah teragendakan dalam APBD. Namun salah satu hal yang menjadi catatan paling dasar, belum ada sosialisasi kepada para pedagang.

"Dari masukan mereka yang kami tangkap tadi, ternyata sampai saat ini belum ada sosialisasi dari Pemkab Jembrana terhadap Paguyuban Pasar Umum Negara. Karena belum mendapatkan sosialisasi, tentu akan terjadi berbagai macam pendapat dari mereka. Sehingga membuat keraguan dan ada kekhawatiran terkait dengan program yang akan dilakukan dalam revitalisasi pasar,” ujar Sri Sutharmi.

Menurut Sri Sutharmi, para pedagang pasar sebenarnya tidak menolak revitalisasi pasar. Tetapi mereka berharap diajak duduk bersama untuk membahas model ataupun struktur bangunannya. “Kami akan menindaklanjuti hal ini dengan rapat kerja bersama OPD terkait. Jadi kita juga akan memanggil OPD terkait. Apa sih yang sebenarnya terjadi dan seperti apakah model nanti. Dan secara resmi, lembaga (dewan) juga belum pernah menerima atau mendapatkan gambaran model bentuk dari revitalisasi Pasar Umum Negara ini," ucap Sri Sutharmi.

Selain meminta penjelasan dari OPD terkait, Sri Sutharmi nantinya akan menjadwalkan pertemuan antara pihak paguyuban dengan OPD terkait. “Setelah semuanya sudah jelas, baru kita akan mempertemukan paguyuban (Pasar Umum Negara) dengan eksekutif. Karena kita ingin semua berjalan sesuai harapan. Baik harapan para pedagang termasuk pemerintah,” kata Srikandi PDIP asal Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo ini. *ode

Komentar