nusabali

Usai Nyepi, Sampah di Tabanan Meningkat

  • www.nusabali.com-usai-nyepi-sampah-di-tabanan-meningkat

TABANAN, NusaBali
Volume sampah usai Hari Raya Nyepi di Tabanan melonjak. Lonjakan volume sampah ini didominasi oleh sampah upakara dan ogoh-ogoh.

Dinas Lingkungan (DLH) Tabanan pun berlakukan jam kerja tambahan bagi petugas. Volume sampah disebut naik, jika per hari biasanya rata-rata sampah ke TPA Mandung mencapai 90-110 ton, namun usai Nyepi meningkat 5 persen dari volume sebelumnya. Volume sampah tertinggi disumbang oleh 7 desa di Kecamatan Tabanan yang menjadi layanan DLH.

Kepala DLH Tabanan I Gusti Putu Ekayana mengatakan, menindaklanjuti volume sampah yang meningkat telah dilakukan penanganan siaga. Salah satunya menambah jam kerja petugas. "Jam tambahan ini diberlakukan saat hari Pengerupukan, kemudian berlanjut pada hari Ngembak Geni," ujarnya Jumat (24/3).

Kini penanganan sampah Hari Raya Nyepi sudah selesai diangkut dan volume sampah yang masuk ke TPA Mandung sudah normal. "Sampah paling banyak kita tangani saat Hari Pangerupukan terutama sampah plastik botol kemasan kami angkut sampai dua truk," tegas Ekayana.

Di sisi lain untuk menghindari kesah kumuh di wilayah kota, DLH sendiri saat ini terus melakukan penutupan TPS yang ditarget sebanyak 52 unit. Sesuai data sudah ada 16 TPS yang ditutup. "Penutupan TPS di 16 titik tersebut, bahkan ada yang dilakukan secara swadaya oleh para Perbekelnya sendiri,” ujarnya.

Adapun 16 TPS yang ditutup ini adalah 1 TPS yang berada di Desa Dauh Peken, 3 TPS yang berada di Desa Abiantuwung, 3 TPS di Desa Banjar Anyar, 2 TPS berada di Desa Denbantas, dan 7 TPS berada di Desa Dajan Peken. Sisanya, rencana akan dilakukan penutupan secara bertahap, namun fokusnya akan menyasar TPS yang ada di seputar kota Tabanan.

"Dengan adanya penutupan TPS ini keberadaan Tempat Penampungan Sementara Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di sejumlah desa yang TPS nya ditutup sudah mulai operasional, baik itu dilakukan secara swadaya maupun dialihkan ke titik lain (tidak di jalur utama," tandas Ekayana. *des

Komentar