nusabali

Seorang ABK Kapal Karam Ditemukan di Perairan Pecatu

6 ABK Dievakuasi, 9 Masih Hilang

  • www.nusabali.com-seorang-abk-kapal-karam-ditemukan-di-perairan-pecatu

Saat ditemukan mengapung di Perairan Pecatu, Kuta Selatan, kondisi ABK yang sebelumnya dinyatakan hilang ini tanpa alat bantu serta dalam keadaan lemas.

MANGUPURA, NusaBali
Petugas gabungan dari Basarnas Denpasar menemukan satu anak buah kapal (ABK) Kapal Linggar Petak 89 di Perairan Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada, Kamis (2/2). Korban yang diketahui bernama Olof Luturma ini ditemukan terombang-ambing tepatnya sekitar 9,5 NM (Nautika Mile) atau mil laut sebelah barat pesisir Pecatu. Saat ditemukan, kondisi ABK tersebut terapung tanpa adanya alat bantu serta dalam keadaan lemas. Pasca ditemukan seorang ABK ini, hingga kemarin 6 ABK berhasil dievakuasi, satu di antaranya dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 9 orang ABK lainnya masih hilang dan masih proses pencarian.

Kepala Basarnas Denpasar, I Gede Darmada mengungkapkan ABK Kapal Linggar Petak itu ditemukan oleh tim pencari dari KM Bahari Nusantara 25 pada, Kamis pukul 10.30 Wita. Saat itu, Kapal Bahari Nusantara yang melintas di sebelah barat perairan Pecatu menemukan korban dalam keadaan terapung dan terbawa ombak besar. Korban kemudian dievakuasi ke atas kapal untuk dilakukan penanganan awal.

"Korban kondisinya lemas. Dia ditemukan dalam keadaan terombang-ambing selama tiga hari," jelas Darmada, Kamis kemarin. Setelah berhasil mengevakuasi korban ke atas kapal, kemudian diinformasikan ke Basarnas melalui radio untuk melakukan proses penjemputan di tengah laut. Pasalnya, KM Bahari Nusantara tidak bisa berlabuh di Pelabuhan Benoa lantaran masih meneruskan penyisiran di sekitar lokasi kapal tenggelam. Sehingga, tim dari Basarnas yang menggunakan KN SAR Arjuna langsung menuju titik penjemputan.

"Tim kami bergerak ke titik penjemputan untuk mengevakuasi. Total 6 orang (5 selamat dan 1 meninggal) yang dievakuasi," rinci Darmada. Ke 6 ABK tersebut tiba di Pelabuhan Benoa Denpasar pada, Kamis sore pukul 16.00 Wita dan langsung ditangani oleh pihak medis. Terhadap 5 ABK yang selamat dilarikan ke Rumah Sakit Surya Husada untuk mendapatkan penanganan, karena mereka dalam keadaan lemas. Sementara, satu korban yang meninggal langsung dievakuasi ke RS Prof Ngoerah Denpasar. "Semuanya harus ditangani pihak medis, karena kondisinya ada yang sangat memprihatinkan, terlebih yang baru ditemukan tadi itu. Kita belum dalami semua keterangan mereka karena langsung dievakuasi ke RS," kata Darmada lagi.

Pihaknya berhasil mendalami keterangan sementara dari nahkoda kapal yang selamat. Saat kejadian kapal dihantam ombak setinggi kurang lebih 4 meter. Kapal akhirnya terbalik lalu tenggelam. Sayangnya, saat terbalik itu hanya 5 orang ABK yang bertahan di samping kapal dengan berpegangan pada bola jaring.

Sementara, 10 orang langsung menceburkan diri ke laut. "ABK yang selamat itu hanya yang berpegangan dan bertahan di bola jaring dekat kapal. Sementara yang lompat ke laut hilang dan satunya meninggal. Hal ini karena kapal tidak memiliki alat kelengkapan keselamatan," ungkap Darmada.

Disinggung terkait proses pencarian terhadap ABK yang masih dinyatakan hilang, Darmada mengaku pihaknya akan terus melakukan pencarian di lokasi karamnya kapal Linggar Petak. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan memperluas radius pencarian dari 5 NM hingga 100 NM dari titik karam. Meski demikian, dalam proses pencarian terkendala cuaca ekstrim seperti ombak tinggi.

Di mana, gelombang tingginya mencapai 4 meter. "Proses pencarian dilakukan secara optimal. Kami melakukan pencarian lanjutan besok (hari ini). Untuk mencari korban tenggelam, malam tidak memungkinkan dan tidak efektif. Apalagi, cuaca sebagai kendala dalam pencarian. Ombak besar setinggi 2 hingga 4 meter di sekitar lokasi," katanya

Dalam mencari korban yang masih hilang tersebut, Darmada juga sudah berkomunikasi dengan Basarnas Surabaya untuk membantu melakukan pemantauan dan pemapelan kapal-kapal yang melintasi seputaran Perairan Grojokan serta Alas Purwo, Jawa Timur, karena adanya kemungkinan terbawa ke arah barat. Selain itu, pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi juga melibatkan unsur SAR lainnya.

"Dalam proses pencarian ini dikerahkan 17 ABK KN SAR Arjuna dan 6 personel dari Kantor Basarnas. Selain itu, ada juga tim dari TNI, Kepolisian dan unsur lainnya," pungkasnya. Sebelumnya diberitakan musibah dialami kapal pencari ikan KM Linggar Petak 89 yang sedang melaut di Samudera Hindia tepatnya 34 NM (Nautical mile) atau 34 mil laut dari Pelabuhan Benoa, Denpasar. Kapal ikan yang mengangkut 15 anak buah kapal (ABK) itu dilaporkan karam setelah dihantam ombak besar pada, Selasa (28/3) siang. Akibatnya, 1 orang ABK meninggal dunia, 10 lainnya hilang dan 4 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ini, Basarnas Denpasar sedang melakukan pencarian terhadap ABK yang masih hilang. *dar

Komentar