nusabali

Gencarkan Pilah Sampah, Baturinggit Bagikan 13 Tong

  • www.nusabali.com-gencarkan-pilah-sampah-baturinggit-bagikan-13-tong

AMLAPURA, NusaBali
Pemerintah Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem, menggencarkan program memilah sampah.

Salah satu caranya dengan membagikan 13 tong sampah ke sejumlah tempat. Diharapkan, sampah tidak lagi bercampur-campur. Perbekel Baturinggit I Gede Putu Telantik membagikan 13 tong sampah di Kantor Desa Baturinggit, Banjar Baturinggit Kaja, Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem, Selasa (7/2). Pengelola LPD Baturinggit Ni Wayan Pontiana Dewi menerima dua tong sampah dari Perbekel Baturinggit. "Tong sampah ini untuk menampung sampah organik dan anorganik, terlebih dahulu mesti kita pilah sampahnya, sebelum masuk tong sampah," pinta Perbekel Putu Telantik.

Kata dia, Pemkab Karangasem melalui Dinas Lingkungan Hidup  telah mewajibkan pilah sampah sejak Rabu (1/2). Harapannya agar sampah organik lebih optimal untuk pupuk, dan anorganik bisa untuk bahan daur ulang.

Penyerahan tong sampah kepada Desa Adat Baturinggit, diterima Bendesa I Ketut Saputra dan untuk Desa Adat Bantas, Desa Baturinggit, diterima Bendesa I Nengah Jenek yang menerimanya.

Anggaran pengadaan 13 tong sampah itu, lanjut Perbekel Telantik, 1,5 persen dari ADD (alokasi dana desa). Tong sampah juga diberikan kepada TK Ramaditya, BUPDA (Baga Utsaha Padruwen Desa Adat), dan BUMDes.

Di bagian lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem I Nyoman Tari mengapresiasi kebijakan Pemerintah Desa Baturinggit yang menyalurkan bantuan tong sampah. Langkah ini untuk mengedukasi masyarakat agar memilah sampah mulai dari rumah.

Tari menyebutkan, sampah yang telah terpilah, terbagi dua kelompok, kelompok sampah sisa makanan dan daun adalah organic. Sampah recycle dan residu adalah anorganik. ‘’Kami terus gencarkan mengedukasi masyarakat agar memulai memilah sampah, pada akhirnya akan terbiasa memilah sampah," jelasnya.

Pemilihan sampah ini penting, jelasnya, karena TPA Banjar Linggasana, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem telah overload. Selama ini TPA jadi tempat menimbun sampah campur hingga sulit diolah.*k16

Komentar