nusabali

Dua Kelompok Pelajar SMP Nyaris Tawuran Pakai Senjata Tajam

  • www.nusabali.com-dua-kelompok-pelajar-smp-nyaris-tawuran-pakai-senjata-tajam
  • www.nusabali.com-dua-kelompok-pelajar-smp-nyaris-tawuran-pakai-senjata-tajam

DENPASAR, NusaBali
Dua kelompok pelajar salah satu SMP di Denpasar nyaris terlihat tawuran bersenjata golok dan kapak di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur, Jumat (13/1) sekitar pukul 22.00 Wita.

Untungnya aksi tawuran itu bisa dicegah pecalang dan Bhabinkamtibmas setempat. Meski tawuran berhasil dicegah, salah seorang di antara mereka jadi korban pemukulan sebelum kelompok dari korban melakukan penyerangan.

Kapolsek Denpasar Timur Kompol Nengah Sudiarta dikonfirmasi pada Senin (16/1), mengungkapkan dua kelompok remaja yang berencana tawuran di Pantai Padanggalak itu berjumlah 20 orang. Masing-masing kubu berjumlah 10 orang. Masalah antarkelompok ini diduga dipicu perihal rebutan pacar. Mereka saling tantang lewat WhatsApp hingga berujung rencana tawuran di Pantai Padanggalak.

Kompol Sudiarta menjelaskan pihak yang berselisih dalam masalah ini sebenarnya adalah pelajar berinisial KRA dan RA. Keduanya saling tantang duel lewat chat WhatsApp. Akhirnya keduanya berjanji berkelahi di Pantai Padanggalak. Ternyata masing-masing membawa teman. Mereka bersenjata kapak, golok, dan lainnya.

“Saat tiba di lokasi TKP, KRA bersama salah satu temannya menemui kelompok RA. Tujuannya untuk menyelesaikan masalah itu dengan baik. Begitu berhadapan, KRA langsung dipukul dan dikeroyok oleh kelompok RA. Pada saat bersamaan datang pecalang dan Bhabinkamtibmas setempat,” ucap Kompol Sudiarta.

Kedua kelompok remaja ini dibawa ke Mapolsek Denpasar Timur untuk diinterogasi. Mereka semua diberi pembinaan. Selain itu orangtua mereka dipanggil ke Polsek. Para orangtua diminta untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap anak mereka ke arah yang lebih baik.

“Hari ini (kemarin) kami memediasi kedua belah pihak. Pada intinya orangtua harus melakukan pengawasan ketat terhadap anak-anak. Tidak mungkin sekolah bisa melakukan pengawasan di luar jam sekolah,” tandas Kompol Sudiarta. *pol

Komentar