nusabali

KPH Bali Timur Tanam 1.000 Pohon Nangi

  • www.nusabali.com-kph-bali-timur-tanam-1000-pohon-nangi

AMLAPURA, NusaBali - UPTD (Unit Pelaksana Teknis) Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (DKPH) Bali Timur, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, menanam 1.000 pohon Nangi.

Penanaman di kawasan hutan Gunung Abang - Agung RTK (Registrasi Tanah Kehutanan) 8 Wilayah Resort Pengelolaan Hutan Daya, Banjar Daya, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Kamis (15/12).

Kegiatan dipimpin Kepala UPTD KPH Bali Timur Ir I Made Warta, didampingi Kasi PPDAS PM KPH (Kepala Seksi Pengamanan Perlindungan Daerah Aliran Sungai dan Pemberdayaan Masyarakat Kesatuan Pengelolaan Hutan) Bali Timur I Made Artha Wijaya, Kepala Resort Pengelolaan Hutan) Banjar Daya I Gede Arta Susila, Kepala RPH Kecamatan Rendang I Wayan Siaba, Kepala Satuan Tugas Polisi Hutan KPH Bali Timur I Nyoman Bagiarta, penyuluh kehutanan I Nengah Tarug, Ketua KTH (Kelompok Tani Hutan) Giri Wana Kusuma Desa Ban I Wayan Wirasa, Perbekel Ban I Gede Tamu Sugiantara, Kelian Banjar Dinas Daya I Made Manuh Artawan, Bendesa Adat Daya I Nengah Ngarti dan segenap masyarakat petani.

Made Warta menegaskan, penanaman 1.000 Nangi ini untuk menjaga kelestarian hutan, agar struktur tanah terjaga, resapan air meningkat, dan menjaga sumber air. "Sehingga terhindar dari erosi, tanah longsor  karena resapan air tetap terjaga, hutan jadi rindang, pemanasan global berkurang," jelasnya.

Made Warta memaparkan, penyelamatan hutan lindung hingga hutan rakyat selama tahun 2022, terus terlaksana dengan memberdayakan kelompok tani hutan. Sebab, hutan lindung dan hutan rakyat agar terjaga, hal itu sebagai sumber kesejahteraan.

Sehingga hutan bisa berfungsi optimal, di antaranya, menyerap karbon dioksida, yang disebabkan manusia, kendaraan bermotor, dan limbah pabrik, menjaga kesuburan tanah, sebagai tempat tinggal makhluk hayati. Hutan juga berfungsi untuk tempat tinggal makhluk hidup, mencegah bencana alam, mengatur iklim, sebagai paru-paru dunia, menahan pemanasan global, tempat cadangan air dan mengatur tata air di dalam tanah.

Selama tahun 2022, UPTD KPH Bali Timur telah menghijaukan hutan lindung dan hutan rakyat ratusan hectare. Tahap I seluas 250 hektare memberdayakan 6 kelompok tani hutan dengan bertanam alpukat, albesia, gamelina dan ampupu. Tahap II menyasar 270 hektare untuk 5 kelompok tani, juga menggelar kegiatan agroforestry (budidaya kehutanan) seluas 425 hektare untuk 3 kelompok, penanaman swadaya seluas 11 hektare untuk KTH Giri Wana Kusuma di Desa Ban, dan terakhir menanam 1000 bibit Nangi seluas 2,5 hektare.7k16

Komentar