nusabali

Pasraman Desa Culik Libatkan 54 Siswa SD

  • www.nusabali.com-pasraman-desa-culik-libatkan-54-siswa-sd

AMLAPURA, NusaBali
Desa Adat Culik, Kecamatan Abang, Karangasem menggelar pasraman melibatkan 54 siswa SD dari tiga SD.

Kegiatan pasraman yang diberi nama ‘Pasraman Jiwa Amertha’ ini berlangsung 28 November-6 Desember 2022.   Kegiatan berpusat di Wantilan Pura Puseh, Banjar Amerta Sari, Des Adat Culik, Kecamatan Abang, Karangasem, Jumat (2/12). Kegiatan pasraman berlangsung sepulang anak-anak dari sekolah, pukul 14.00 Wita-17.00 Wita, mendapatkan materi dharma gita, nyastra dan membuat upakara. Baga Pawongan Desa Adat Culik I Wayan Jaya yang mengoordinasikan kegiatan tersebut. "Kami menggelar pasraman untuk siswa SD, agar mendapatkan pemahaman langsung mengenai tata cara membuat upakara, sehingga sejak dini mengetahui cara membuat upakara tersebut," jelas I Wayan Jaya.

Selama ini, kata I Wayan Jaya, pelaksanaannya di desa adat, membuat upakara, seperti keranjang suci, ancak dan beragam lainnya, hanya dari kalangan generasi tua yang aktif mengerjakan di masyarakat. "Pasraman bertujuan agar anak-anak, juga memahami membuat upakara yang jadi kebutuhan masyarakat sehari-hari, selain untuk melestarikan budaya lokal," tambahnya.

54 siswa yang terlibat berasal dari SDN 1 Culik, SDN 2 Culik dan SDN 3 Culik. Dari masing-masing SD juga terlibat melakukan pembinaan langsung, I Nengah Ngetis membina dharma gita, I Nengah Putu membina nyastra dan Ni Luh Mangku membina upakara. "Nanti di acara penutupan, seluruh hasil karya dipamerkan, dan dievaluasi. kegiatan ini rencananya berlanjut setiap setahun sekali," tambahnya.

I Nengah Ngetis, I Nengah Putu dan Ni Luh Mangku mengapresiasi kegiatan Desa Adat Culik, memberdayakan kemampuan siswa. Apalagi kegiatan di pasraman menunjang pendidikan di sekolah, sehingga siswa tersebut bisa menularkan kepada rekan-rekannya.

Sebab, setelah siswa itu menguasai tata cara membuat upakara nantinya bisa diimplementasikan di Desa Adat Culik yang mewilayahi 11 banjar adat: Pekandelan, Geria, Buayang, Seloni, Amertasari, Tegallinggah, Kangkaang, Kebon, Amed, Babakan dan Lebah.*k16

Komentar