nusabali

Petugas Gabungan Ciduk Pedagang 'Liar'

  • www.nusabali.com-petugas-gabungan-ciduk-pedagang-liar

MANGUPURA, NusaBali
Petugas gabungan dari Linmas dan LPM Legian gencarkan razia pedagang ‘liar’ di wilayah Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung.

Dalam razia pada Rabu (30/11) siang, seorang pedagang tisu dan souvernir diamankan. Petugas kemudian menyerahkan pedagang tersebut ke Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Badung (BKO) Kuta.

Ketua LPM Legian I Wayan Puspa Negara, mengatakan selama beberapa pekan belakangan ini terus menggencarkan razia di beberapa titik wilayah Legian. Razia untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat. Adapun sasaran razia mulai dari gelandang, tukang ojek liar, penjual tisu, penjual souvernir serta para pelaku usaha yang memanfaatkan trotoar untuk berjualan. “Ini razia rutin yang kami lakukan. LPM dan Linmas terus patroli di titik yang memang kerap dijadikan lokasi mangkal mereka,” kata Puspa Negara, Rabu (30/11).

Razia yang dilakukan Rabu siang, kata Puspa Negara, petugas gabungan mengamankan seorang pedagang ‘liar’ di seputaran Jalan Sahadewa. Pedagang tersebut berjualan tisu serta souvernir. “Di Jalan Sahadewa itu kami mengamankan ibu-ibu yang sedang berjualan. Tadi juga sudah kami serahkan ke Satpol PP Kuta,” katanya.

Razia semacam ini, lanjut mantan anggota DPRD Badung ini akan terus dilakukan, seiring makin meningkatnya kunjungan wisatawan ke Legian. Puspa Negara memastikan razia tersebut untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan serta masyarakat Legian. “Kami akan intensifkan razia ke depannya. Harapannya agar tidak ada lagi pedagang liar maupun yang lainnya di wilayah Legian,” tegasnya.

Sementara, Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara, menegaskan akan menindaklanjuti setiap temuan yang diserahkan ke pihaknya. Para gepeng atau penjual sovenir yang diamankan petugas akan diberikan pembinaan terlebih dahulu. Setelah itu akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dipulangkan ke daerah asal. “Kami tentunya mendukung penuh. Kami juga berkoordinasi dengan Dinsos untuk pembinaan dan pemulangan,” kata Suryanegara. *dar

Komentar