nusabali

Bersiap Tangani Bencana, Karangasem Gelar Bimtek Tagana

  • www.nusabali.com-bersiap-tangani-bencana-karangasem-gelar-bimtek-tagana

AMLAPURA, NusaBali
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (SP3APP KB) Karangasem menggelar bimbingan teknik 30 anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana).

Pelatihan ini agar Tagana lebih terampil saat menangani penanganan. Kadis SP3APP KB Karangasem I Komang Daging membuka acara bimtek itu, di aula kantor, Jalan Kapten Jaya Tirta Amlapura, Selasa (22/11). Hadir,  Plt Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali Ida Ayu Ketut Anggreni, Plt Kabid Daya Persos Dinas SP3APP KB

Karangasem I Made Sumeka Regen, Kabid Pencegahan BPBD Karangasem I Nyoman Wira Darma dan anggota tagana.

Ida Ayu Ketut Anggreni memaparkan, pentingnya anggota Tagana mengikuti bimtek, agar saat melakukan penanganan bencana di lapangan lebih terampil membantu masyarakat. Sebab sesuai amanat Peraturan Menteri Sosial Nomor 28 tahun 2012 tentang Pedoman Umum Taruna Siaga Bencana, Tagana bertugas sebelum, saat dan pasca bencana.

Sebab, tujuan mendirikan Tagana agar selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Ida Ayu Ketut Anggreni menjabarkan, tugas Tagana pra bencana misalnya, mampu memetakan daerah rawan bencana, mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengurangi risiko bencana, melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana di daerah rawan bencana.

Sedangkan saat bencana terjadi, lanjut dia, Tagana agar cepat melakukan kajian dan identifikasi bencana, melaksanakan operasi tanggap darurat bidang penyelamatan, melakukan operasi tanggap darurat pada bidang penampungan sementara, membangun dapur umum, mensuplai logistik, melakukan psikososial, memobilisasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

"Sedangkan pasca bencana tugasnya, melakukan pendataan, mencatat besaran kerugian, mendata rumah rusak, jalan rusak, di samping pentingnya melakukan psikososial, melakukan pendampingan dalam advokasi sosial," jelasnya,

Tagana, jelas Anggreni, mesti siaga setiap hari. Sebab bencana sulit diprediksi, apalagi menyangkut bencana gempa, yang sangat sulit diprediksi. Beda dengan menghadapi bencana gunung erupsi, tahapannya cukup panjang, begitu juga bencana banjir masih bisa mengantisipasi.

Anggota Tagana Putu Edi Sagita berbagi pengalaman, melakukan penanganan bencana, guna menginspirasi anggota lain. Anggota Tagana I Nyoman Redana juga mengatakan, selama ini telah melakukankegiatan pra bencana, dengan program Tagana masuk sekolah. "Melakukan edukasi dan cara penanganan bencana di hadapan siswa, Tagana tetap berharap agar pemerintah meningkatkan kapasitas Tagana melalui pelatihan," harapnya. *k16

Komentar