nusabali

Respon Selebaran dan Pernyataan Elit Demokrat

Hasto: Soekarno-Hatta-Sjahrir Beda dengan Anies-AHY-Aher

  • www.nusabali.com-respon-selebaran-dan-pernyataan-elit-demokrat

JAKARTA, NusaBali
Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Dr. Hasto Kristiyanto menilai, jika isi selebaran pihak Partai Demokrat (PD) yang menyamakan tokoh bangsa Soekarno-Hatta-Sjahrir dengan politisi Anies Baswerdan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Ahmad Heryawan (Aher), adalah hal yang salah.

Menurut Hasto, ketiga tokoh bangsa itu sama sekali tak sama dan tidak berada pada level yang sama dengan politisi sekelas Anies-AHY-Aher. Hasto menyampaikan hal tersebut, saat berada di Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, Hasto sempat terdiam menahan senyum serta tawa di bibirnya ketika wartawan memberi tahu soal adanya selebaran dimaksud. Ketika ditanyakan pandangannya mengenai klaim itu, Hasto akhirnya menjawab. “Ya enggak sama lah, jauh,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/11).

Ketika ditanya lebih jauh mengenai itu, politikus kelahiran Yogyakarta itu kemudian menjelaskan, para bapak bangsa memiliki kompetensi sangat berbeda dengan Anies, AHY, atau Aher. Bahkan tak pantas untuk dibandingkan.

“Banyak. Aspek semangat dedikasi bagi bangsa negara, kepeloporannya, ide pemikiran bagi bangsa negara, gagasan ajaran bagi bangsa negara, semangat bela negaranya, daya juangnya, kemampuan memberi direction bagi bangsa negara, itu jelas berbeda,” tegas Hasto.

Disinggung mengenai tudingan pihak PD melalui Ketua Bappilu Demokrat, Andi Arief yang menyebut ada sosok 'burung hantu' berusaha menggagalkan koalisi Partai NasDem-Partai Demokrat-PKS, Hasto sempat tertegun sebentar. Dia pun memberikan respons.

Hasto menduga 'burung hantu' yang dimaksud oleh Andi Arief justru ada di Koalisi Perubahan. "Burung hantunya jangan-jangan mereka juga," kata Hasto. Hasto lalu mengatakan, bahwa tudingan tersebut merupakan urusan diantara Nasdem, PD, dan PKS sendiri. “Loh yang koalisi kan mereka," sambung Hasto.

Dalam kesempatan tersebut juga, Hasto enggan menanggapi ketika  ditanya soal manuver kelompok relawan Pro Jokowi (Projo). Diketahui Projo bertemu dengan sejumlah petinggi partai politik untuk menyampaikan hasil musyawarah rakyat (Musra) dalam mencari pemimpin di 2024 mendatang. Terbaru, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta.

Hasto menegaskan, pihaknya enggan menanggapi soal gerakan relawan Projo tersebut. Dia hanya ingin menanggapi tentang partai politik. Pasalnya, gerakan relawan Projo terbilang cair dan bergerak sesuai dengan arah angin. "Yang saya tanggapi parpol, kalau relawan-relawan (Projo, red) itu kan cair, bisa berubah sesuai arah angin," kata Hasto.

Hasto mengungkapkan bahwa kelompok relawan berbeda dengan partai politik, organisasi resmi yang konstitusional adalah stakeholder pemilu di Indonesia. Berbeda dengan kelompok relawan yang tak dikenal dalam legislasi sistem politik Indonesia.

Kelompok relawan seperti Projo, menurut Hasto, bukanlah seperti partai politik yang memiliki struktur organisasi yang tercatat dan kokoh. "Parpol kan kokoh, Ketua Umum kokoh, struktur kokoh, pergerakan kokoh," jelas Hasto. *k22

Komentar