nusabali

Gunakan Bade Tumpang 9, Lembu Dipersembahkan oleh Cok Ibah

Hari Ini Digelar Puncak Palebon Panglingsir Puri Batubulan, Cokorda Raka

  • www.nusabali.com-gunakan-bade-tumpang-9-lembu-dipersembahkan-oleh-cok-ibah

Bade tumpang sia (9) sebagai penghormatan terbaik dari keluarga besar untuk Cokorda Raka, dibuat oleh undagi Ida Bagus Pidada dari Griya Kesiman, Denpasar.

GIANYAR, NusaBali

Palebon putra terakhir Raja Batubulan, Cokorda Raka,86, akan berlangsung pada Soma Pon Ugu, Senin (19/9) hari ini. Bade tumpang 9 berukuran tinggi 18 meter dan bentang sanan 8 meter persegi akan diarak menuju Setra Pura Dalem Puri Batubulan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Bade yang dihiasi 5 pepalihan ini telah ditempatkan di Jaba Puri, tepatnya di Jalan Raya Batubulan sebelah Utara Kantor Desa Batubulan. Bagi masyarakat pengguna jalan diminta untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.

Cokorda Gde Putra selaku putra sulung almarhum saat ditemui, Minggu (18/9) menjelaskan bahwa Cokorda Raka meninggal dunia pada 7 Agustus 2022 lalu. Menghembuskan napas terakhir pada usia 86 tahun di kediamannya Puri Batubulan. Mendiang meninggalkan seorang istri, Cokorda Istri Oka yang merupakan kakak kandung Cokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah, 3 Putra dan 2 Putri.

"Beliau meninggal di rumah, disemayamkan juga di rumah," jelas Cokorda Gde Putra,56. Sesuai petunjuk hari baik, palebon diselenggarakan pada Soma Pon Ugu, Senin hari ini. "Karena sebelumnya, istri kedua beliau Jro Wilaja dan salah satu menantu beliau meninggal dunia. Waktu palebonnya tidak boleh berdekatan sehingga ada jarak waktu 42 hari, jatuhnya 19 September," jelas Cokorda Putra.

Semasa hidup, sosok Cokorda Raka dikenal sangat bijaksana dan memberikan pegangan hidup kepada putra putrinya. Termasuk di masa tua, Cokorda Raka berusaha untuk beraktivitas sendiri tanpa merepotkan keluarga. "Selain karena usia telah lanjut, beliau juga selama 7 tahun terakhir mengidap Glukoma. Indera penglihatan beliau berkurang sampai akhirnya buta total kiri dan kanan. Selama 7 tahun itu beliau sangat sabar," kenangnya.

Cokorda Raka tidak sekalipun depresi atau mengeluh ketika tidak lagi bisa melihat keindahan alam semesta. "Orang yang bisa melihat, tiba-tiba gelap pasti gelisah. Tapi beliau tetap tenang," ujarnya. Cokorda Raka pun menghibur diri dengan mendengarkan suara televisi meski tidak bisa menikmati visual. "Jadi malam beliau mendengar televisi sampai habis siaran, pagi sampai siang beliau istirahat," jelasnya.

Dengan kondisi mata tidak bisa melihat, Cokorda Raka tetap bisa melakukan aktifitas sendiri, semisal makan dan ke kamar kecil. "Beliau tidak mau disuapi, makan sendiri. Mandi pun sendiri. Itu yang kami salut dengan kondisi terbatas, biasa lakukan tanpa bebani siapapun. Sebelum sakit, beliau juga sering melukis. Semua lukisan di dinding Puri, semua karya beliau," terang keponakan Cok Ibah ini.

Sementara terkait Bade, dibuat oleh undagi Ida Bagus Pidada dari Griya Kesiman, Denpasar. Dibuat sekitar 15 hari di Lapangan Batubulan. Bade tumpang sia (Sembilan) ini dipersembahkan sebagai penghormatan terbaik dari keluarga besar untuk Cokorda Raka. "Sebagai seorang putra beri penghormatan terbaik buat almarhum," jelasnya. Sesuai dresta Puri, Bade tumpang sia ini dilengkapi pepalihan 5 bebaturan. "Paling bawah ada bedawang Nala, atasnya Boma, penghuni alam semesta hingga masuk unsur burung di angkasa. Semua itu akan dibakar hilangkan panca Indria mencari nirwana," terang Cokorda Gde Putra.

Selain Bade, ada sebuah Lembu hitam yang juga digarap. Lembu ini dipersembahkan khusus oleh Cok Ibah untuk iparnya. "Lembu diberikan oleh Cok Ibah. Dibuat oleh Gusti Sudara cucu daripada Gusti Nyoman Lempad, seorang seniman terkenal," imbuhnya.

Terkait Lembu hitam ini, Cok Ibah mengatakan antara Puri Ubud dan Puri Batubulan memang ada kaitan sejarah. "Ini tentang paiketan dan pasemetonan," ujar Cok Ibah singkat. Sementara itu terkait arus lalulintas diatur oleh jajaran Polsek Sukawati. Kapolsek Sukawati Kompol Decky Hendra Wijaya mengatakan akan melakukan pengamanan giat palebon dan pengalihan arus lalin. Pada saat pergerakan Bade akan dilakukan rekayasa lalu lintas.

"Penutupan di simpang Tegehe Batubulan ke utara terhadap kendaraan Besar. Pengalihan terhadap semua kendaraan di Simpang Pasekan ke timur, ke arah utara ditutup sementara pergerakan Bade berlangsung," jelas Kapolsek. Saat pergerakan Bade kendaraan dari arah Singapadu pada simpang 4 Patung Barong dialihkan ke timur, ke arah selatan di tutup sementara. "Jalur akan dinormalkan kembali setelah pergerakan Bade selesai, sudah masuk Setra Pura Dalem Puri Batubulan," jelasnya. Kompol Decky mengimbau bagi para pengendara yang melintas jalur tersebut pada, Senin hari ini agar mencari alternatif lain guna menekan kemacetan arus lalu lintas. Pergerakan bade menuju setra diperkirakan pada pukul 11.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. *nvi

Komentar