nusabali

Rai Wahyuni Sanjaya Dukung Kebaya sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO

Parade Kebaya di Puri Agung Tabanan

  • www.nusabali.com-rai-wahyuni-sanjaya-dukung-kebaya-sebagai-warisan-budaya-dunia-unesco

Selaku Ketua Dekranasda Tabanan Ny Rai Wahyuni Sanjaya siap mendukung kemajuan dan kebangkitan UMKM dalam hal pelestarian adat dan budaya, salah satunya kebaya.

TABANAN, NusaBali
Sebanyak 700 orang perempuan Bali ikuti Parade Kebaya di Puri Agung Tabanan pada Sabtu (17/9). Kegiatan ini dilakukan sebagai dukungan untuk menetapkan Hari Kebaya Nasional, penetapan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), sekaligus pengusulan kebaya sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, organisasi internasional di bawah PBB yang mengurusi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Ajang bergengsi ini dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Selaku tuan rumah, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya didampingi Ketua TP PKK Tabanan sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan Ny Rai Wahyuni Sanjaya.

Di gelaran acara tersebut, Ny Rai Wahyuni menggerakkan 500 orang anggota PKK di Tabanan dan 200 peserta dari perwakilan kampus, sekolah, dan komunitas di Bali.

Tabanan sebagai lokasi terpilih di Bali untuk acara parade budaya, setelah sebelumnya kegiatan serupa diselenggarakan di 5 lokasi berbeda di Indonesia, yakni, Solo, Semarang, Samarinda, Jakarta, dan Medan.

“Kami sangat bangga dengan acara ini. Kami harap dengan adanya parade kebaya seperti ini, bisa menjadi produk budaya yang nantinya diakui oleh UNESCO, sehingga mendapat pengakuan dari dunia bahwa kebaya merupakan produk budaya Indonesia,” ujar Ny Rai Wahyuni.

Selaku Ketua Dekranasda Tabanan, Ny Rai Wahyuni sangat mendukung upaya yang dilakukan untuk membumikan kebaya menuju warisan budaya dunia. Menurutnya, pentingnya pelestarian ini agar kebaya nantinya tidak diklaim oleh negara lain sebagai produk budaya asing.

“Banggalah dengan produk budaya asli Indonesia, terutama perempuan agar semakin bangga mengenakan kebaya, tidak hanya pada acara keagamaan saja, tapi kebaya juga bisa digunakan untuk semua kegiatan,” imbuh Ny Rai Wahyuni.

Dia juga memandang penting kemajuan UMKM di Tabanan yang berkaitan dengan kebaya. Selaku Ketua Dekranasda, dia menyatakan siap mendukung kebangkitan UMKM di Tabanan dalam pelestarian adat dan budaya. “Kami siap mendukung untuk kebangkitan UMKM di Tabanan dan Bali,” tandasnya.

Komitmennya tersebut diwujudkan dengan penandatanganan draft perjanjian yang berisi Penetapan Hari Kebaya Nasional, Penetapan Kebaya Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, dan Pengusulan Kebaya sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, diikuti oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny Rai Wahyuni Sanjaya, Raja Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Sekda Tabanan I Gede Susila.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Panitia sekaligus Pemilik Salon Agung, Anak Agung Ketut Agung, mengatakan parade kebaya dilakukan untuk pengusulan kebaya sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, agar tak diklaim orang lain, dan menjadikan kebaya sebagai warisan budaya tak benda (WBD). “Untuk di Bali, dipilih dilaksanakan di Puri Agung Tabanan,” kata Agung, Jumat (16/9).

Dikatakannya, dalam parade ini ada 700 peserta dari seluruh Bali. Dan untuk di Tabanan diikuti banyak kalangan, mulai dari pedagang, guru, pelajar SMA hingga SD.

“Jadi peserta memparadekan kebaya Indonesia yang dimiliki. Baik itu kebaya modif, sederhana, bercorak, dan lainnya,” kata Agung yang notabene Ketua DPC Bali Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern.

Dia bersyukur karena Puri Agung Tabanan dijadikan tempat parade untuk Bali. Ini sekaligus menjadi ajang promosi budaya Tabanan ke kancah nasional. *des

Komentar