nusabali

29 Anak Jadi Korban Kejahatan

  • www.nusabali.com-29-anak-jadi-korban-kejahatan

Kasus kejahatan terhadap anak di bawah umur di Buleleng didominasi kasus persetubuhan.

SINGARAJA, NusaBali
Kasus persetubuhan dengan korban anak di bawah umur kembali terjadi di Buleleng. Terbaru, gadis berusia 14 tahun menjadi korban persetubuhan oleh I Wayan Simpen, 49, duda asal Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Bahkan, korban sempat dilarikan oleh pelaku selama sekitar dua bulan, hingga korban hamil dan mengalami guncangan psikologis.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka mengatakan, saat ini anak korban kasus persetubuhan itu dalam pendampingan psikolog untuk memulihkan kondisi psikisnya. Pihaknya juga mengatensi proses hukum yang tengah berjalan terhadap anak tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas P2KBP3A, kasus hukum dengan korban anak di bawah umur ini bukan kali pertama. Sejak Januari hingga pertengahan September 2022 ini, pihaknya mencatat ada 29 kasus kejahatan dengan korban anak. "Dari kasus yang terjadi sudah dilakukan pendampingan hingga 100 persen," ujarnya, Jumat (16/9) siang.

Dari 29 kasus dengan anak sebagai korban tersebut, 13 di antaranya merupakan kasus persetubuhan, 7 kasus pencabulan, 2 kasus penganiayaan, 5 kasus hak anak, dan 2 kasus lainnya. Sementara sepanjang tahun 2021 lalu, terdapat 42 kasus kejahatan dengan anak sebagai korban.

Mantan Camat Buleleng ini mengakui, langkah pendampingan yang dilakukan masih belum maksimal untuk menekan kasus anak di Buleleng. "Kami akui belum maksimal karena bergeraknya di penanganan. Belum di hulu, di pencegahan. Kami masih di hilir atau di penanganan," aku Riang Pustaka.

Selain itu, dalam menangani kasus anak dan perempuan ini pihaknya masih terkendala dengan sarana prasarana dan sumberdaya yang dimiliki. Salah satunya, belum adanya rumah aman di Buleleng. "Dengan upaya yang kita lakukan semoga bisa terus menurunkan kasus di Buleleng. Kami juga minta pihak terkait, untuk bisa ikut lindungi anak terhadap kekerasan," tandasnya. *mz

Komentar