nusabali

Patung Bung Karno Direlokasi Tepat Tengah Malam

Sampai di Taman Kota Dibalut Kain Hitam Setengah Badan

  • www.nusabali.com-patung-bung-karno-direlokasi-tepat-tengah-malam
  • www.nusabali.com-patung-bung-karno-direlokasi-tepat-tengah-malam

TABANAN, NusaBali
Patung Proklamator Soekarno (Bung Karno) di Perempatan Kediri, Kabupaten Tabanan sudah dipindah, Kamis (8/9) malam.

Meskipun relokasi patung seberat 5 ton ini diwarnai hujan deras, namun detik-detik menegangkan pengangkatan patung dengan craine ini sukses dilakukan tepat pukul 00.00 Wita.

Sejatinya, waktu relokasi dijadwalkan pukul 23.00 Wita. Pukul 22.00 Wita craine kapasitas 25 ton ini sudah masuk areal Perempatan Kediri. Sejumlah personel Polres Tabanan dan Dinas Perhubungan pun sudah mengatur lalulintas di jalur Denpasar-Gilimanuk bersiap untuk ditutup total. Namun begitu tim dari seniman I Nyoman Nuarta hendak bersiap untuk memasang tali, hujan deras pun turun.

Hujan deras ini membuat relokasi terhambat sekitar satu jam. Kepala Dinas PUPR PKP Tabanan I Made Dedy Darma Saputra lalu menghaturkan pejati di palinggih perempatan agar pelaksanaan relokasi lancar. Relokasi Patung Bung Karno ini menunggu hujan reda untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, seperti licin, hingga kesetrum. Sebab ketika patung diangkat dengan craine, terlebih dahulu tim Nyoman Nuarta melakukan pengelasan menggunakan listrik sebagai proses memotong agar Patung Bung Karno bisa diangkat.

Hingga akhirnya pukul 23.36 Wita, hujan mulai reda, empat orang tim Nyoman Nuarta yang datang dari Studio Nyoman Nuarta (SNN) di Bandung mulai melakukan tugasnya. Pertama ada dua orang yang naik ke Patung yang terbuat dari tembaga kuningan ini. Satu orang masuk lewat dada kiri patung yang memang sebelumnya telah dilubangi. Tim masuk ke dalam patung untuk mengikat tali sekaligus mengelas. Setidaknya proses ini memakan waktu sekitar 30 menit.

Dalam proses ini hujan lebat kembali turun, namun tim Nyoman Nuarta tetap melakukan pengikatan. Akhirnya tepat pukul 00.00 Wita, Patung Bung Karno mulai diangkat perlahan secara keseluruhan. Begitu diangkat tampak kerangka patung yang sudah 8 tahun berdiri di Perempatan Kediri terlihat. Pada proses ini seluruh masyarakat yang setia menunggu relokasi mengabadikan moment tersebut lewat ponselnya masing-masing. Sebelum diangkat ke atas tronton terbuka, Patung Bung Karno yang masih menggantung di craine itu diletakkan di aspal, kemudian baru diangkat kembali ke atas tronton.

Pukul 00.30 Wita atau sudah berganti hari ke, Jumat (9/9) patung langsung dibawa ke Taman Bung Karno di areal Taman Kota Tabanan dengan dikawal polisi. Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan I Made Dedy Darma Saputra mengatakan Patung Bung Karno akan diletakkan di samping tulisan Taman Bung Karno. Ini dilakukan sembari menunggu pondasi yang tengah dibuat. Nantinya Patung Bung Karno akan diletakkan di pojok kanan tulisan Bung Karno menghadap barat laut. “Patung sementara akan kita tutup dengan terpal, sembari menunggu alas patung selesai,” jelasnya.

Di sekitar patung juga akan dibangun taman untuk mempercantik tatanan kota. Sementara di Perempatan Kediri kembali dipasang Patung Wisnu Murti yang dibuat`oleh seniman I Wayan Sudarwa, pematung asal Banjar Penarukan Kelod, Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. “Proses dari pengerjaan dua patung ini ditarget tuntas 16 Desember 2022 sesuai kontrak,” tegasnya.

Sementara terkait dengan hari relokasi, Kamis malam hingga Jumat dinihari, karena pertimbangan tim Nyoman Nuarta yang datang langsung dari studio di Bandung. Begitu tim datang, Selasa (6/8) langsung melakukan pengerjaan memotong bagian bahu sekitar 20 centimeter supaya bisa dipasang tali dan memisahkan antara tatanan bawah dengan patung. “Bersyukur relokasi sudah berjalan lancar tentunya atas kerjasama seluruh pihak,” tandasnya. Di sisi lain pantauan di lapangan di Taman Kota Tabanan, Patung Bung Karno dibalut kain hitam. Patung dibalut setengah badan ke atas. Patung berada di tengah diapit Patung Kebo Iwo dan Patung Gajah Mada. Sejumlah pekerjaan proyek pun tengah sibuk untuk mempercantik areal Taman Kota Tabanan itu.

Pembangunan dan penataan kedua patung ini menelan anggaran lumayan banyak. Untuk pembangunan dan penataan Patung Bung Karno nilai pagunya mencapai Rp 1,9 miliar dengan nilai kontrak Rp 1,4 miliar. Pemenang tendernya adalah CV Mitra Kerja Sejati. Kemudian pembangunan dan Penataan Patung Wisnu Murti pagu anggaranya mencapai Rp 1,4 miliar, dengan nilai kontrak Rp 1,1 miliar lebih dimenangkan oleh CV Yudha Utama.

Belum lama ini, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya mengatakan, pembangunan dan penataan kembali Patung Wisnu Murti murni karena serapan aspirasi di masyarakat. “Berkaitan dengan aspirasi inilah kemudian dituangkan ke dalam program di tahun 2022,” ujarnya saat menggelar Koferensi Pers dengan awak media di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Kamis (1/9) lalu. *des

Komentar