nusabali

Tragedi Kompor Jenazah Meledak, Karyawan Telkom Meninggal Dunia

  • www.nusabali.com-tragedi-kompor-jenazah-meledak-karyawan-telkom-meninggal-dunia

GIANYAR, NusaBali.com – Satu di antara sembilan korban tragedi kompor jenazah yang meledak saat puncak ngaben massal di Desa Adat Selat Belega, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (20/8/2022) sore.

Bagus Oscar Norizon Ninu, 34,  meninggal dunia setelah mendapat perawatan di ICU Burn Unit RSUP Sanglah Denpasar pasca ledakan yang terjadi sehari sebelumnya.

Kakek misan korban, I Nyoman Regig, mengkonfirmasi jika  Bagus Oscar mengembuskan nafas terakhir dalam perawatan.  "Memang luka bakarnya Oscar paling parah," ujarnya saat ditemui di rumah duka Banjar Intaran, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Minggu (21/8/2022) pagi. 

Bagus Oscar adalah salah satu dari tiga tukang kompor yang menjadi korban ledakan tabung kompor jenazah. Namun keseharian Bagus Oscar sendiri adalah  berstatus karyawan dari PT Telkom Akses Indonesia.

Dijelaskan oleh Regig, pekerjaan Bagus Oscar sebagai tukang kompor sejatinya hanyalah pekerjaan sampingan. Pekerjaan utamanya sebagai karyawan Telkom Denpasar. 

Sementara usaha jasa kompor mayat atau kompor jenazah dikelola oleh kakek misannya yang lain, I Made Suarta. "Kebetulan dia libur, order kompor cukup banyak untuk ngaben massal. Jadi dia bantu," jelasnya. 

Meskipun pekerjaan sampingan, Bagus Oscar sudah cakap mengoperasikan kompresor kompor mayat tersebut. "Karena ini bisa dikatakan usaha keluarga, jadi kalau dia ada waktu luang pasti bantu jadi tukang kompor," terang pensiunan Bappeda Gianyar ini. 

Saat ini jenazah korban masih dititipkan di Ruang Forensik RSUP Sanglah. Selanjutnya prosesi pengabenan akan dilakukan secara kremasi di Krematorium Punduk Dawa Klungkung pada Soma Kliwon Uye, Senin (22/8/2022). 

Kremasi dipilih karena prosesi pengabenan tidak memungkinkan digelar di desa adat setempat. "Karena tiga hari mendatang ada Piodalan di Pura Kebo Edan," jelas Regig didampingi sejumlah kerabat lain. 

Terhadap kejadian yang membuat korban bertaruh nyawa tersebut, keluarga mencoba untuk ikhlas. "Kami yakin dia bekerja sudah profesional. Alat-alat pasti dicek dan tidak mungkin ada unsur kesengajaan. Kami anggap ini musibah, mungkin sudah jalan hidupnya," tambah paman korban I Made Rai Ridharta.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar ini mengatakan musibah yang dialami Bagus Oscar seperti mengulang kenangan masa lalu. "Dulu, ayahnya Oscar yang jadi tentara meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Usia Oscar saat itu sekitar 1 tahun. Sekarang, Oscar juga meninggalkan dua anaknya yang masih balita," ungkap Rai Ridharta. 

Semasa hidup, Bagus Oscar merupakan tulang punggung keluarga. Istrinya, Ayu Sri Tri Kartini dulu sama-sama bekerja sebagai pegawai Telkom namun saat ini telah berhenti bekerja untuk mengurus rumah tangga. *nvi

Komentar