nusabali

Kompor Ngaben Massal Meledak, Sedikitnya 9 Krama Jadi Korban

  • www.nusabali.com-kompor-ngaben-massal-meledak-sedikitnya-9-krama-jadi-korban

GIANYAR, NusaBali.com - Puncak Ngaben Massal di Desa Adat Selat Belega, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (19/8/2022) petang diwarnai dengan tragedi meledaknya kompor pembakaran petulangan.

Tabung gas dari pembakaran petulangan diduga bocor hingga menyebabkan terjadinya ledakan hebat. Sedikitnya 9 orang krama dilarikan ke IGD RSUD Sanjiwani Gianyar. Satu diantaranya masih anak-anak, 3 tukang kompor dan 5 lainnya krama setempat. Diduga jumlah korban lebih dari 9 orang.

Pantauan di IGD RSUD Sanjiwani, para korban mulai memenuhi IGD sekitar Pukul 20.29 Wita. Kondisi mereka cukup memilukan. Sebagian besar pakaian yang dikenakan para korban telah hangus menyatu dengan kulit. 

Begitu pula bagian kulit dari ujung kepala hingga kaki tampak melepuh. Bahkan ada yang wajahnya hangus menghitam. Rata-rata mengalami luka bakar serius. Tangisan kerabat tak terbendung di area rumah sakit terbesar di Bali timur ini.

Berdasarkan informasi dihimpun, pembakaran petulangan sudah berlangsung sekitar 30 menit. Pada pembakaran sesi terakhir, pada petulangan Singa yang lokasinya paling ujung selatan tiba-tiba terjadi ledakan. 

Mirisnya, ledakan besar terjadi saat warga sedang berkerumun. "Tiba-tiba ada ledakan dan seluruh areal dikepung api. Tabung gasnya loncat ke atas," ungkap salah satu korban luka bakar ringan, Gusti Yuliantara di IGD.

Dalam situasi tersebut, Gusti Yuliantara mengaku tak bisa berbuat banyak ketika melihat langsung kerabatnya bermandikan api. "Semua terbakar seluruh tubuhnya," ungkapnya. 

Gusti Yuliantara pun mencoba menyelamatkan diri dengan cara merayap di tanah. "Saya merayap dan terbakar di bagian tangan kanan ini saja," ungkapnya. 

Mengenai penyebab ledakan, Gusti Yuliantara pun tak mengetahui pasti. Namun dari informasi di lapangan menyebutkan sebelum kejadian ada tercium bau gas bocor. 

Diduga tukang kompor yang terdiri dari 3 orang asal Kecamatan Tampaksiring lalai saat bertugas.

Dari awal pembakaran krama menduga  tabung gas yang digunakan sudah bocor. Hal itu diketahui dari upaya tukang kompor menutupi kebocoran dengan melilitkan kain pada bagian yang bocor. Terlebih lagi, satu tabung gas dicabangkan ke beberapa sumbu pembakaran. 

Bahkan ledakan terjadi di saat tukang kompor sedang mencoba mengecek kondisi tabung.

Dari pendataan di IGD RSU Sanjiwani tercatat 9 orang korban terluka bakar parah. Satu diantaranya seorang anak 11 tahun. Tiga orang tukang kompor dan 5 krama. Namun korban dipastikan melebihi, karena dilarikan ke rumah sakit lainnya. 

Beberapa korban yang terdata di IGD Sanjiwani diantaranya, Gusti Budiasa, Gusti Pradita,11, Gian, Gusti Nyoman Gede, Gusti Mukiana dan Gusti Yuliantara. Hingga berita ini di tulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, karena masih difokuskan pada upaya penyelamatan para korban. 

Kapolsek Blahbatuh Kompol I Made Tama saat dikonfirmasi mengatakan masih di lokasi mengupayakan penyelamatan para korban. "Masih di TKP," ujarnya singkat. *nvi

Komentar