nusabali

Peringati Dua Dekade, ITB STIKOM Bali Hadirkan Tulus di Pantai Pandawa

Terkuak Kisah dan Lika-Liku Kampus TI Pertama di Bali Ini

  • www.nusabali.com-peringati-dua-dekade-itb-stikom-bali-hadirkan-tulus-di-pantai-pandawa

DENPASAR, NusaBali.com – Tepat pada Rabu (10/8/2022), ITB STIKOM Bali menapak dua dekade perjalanan. Untuk merayakan perjalanan panjang tersebut, penyanyi yang sedang digandrungi para milenial, Tulus, akan dihadirkan ke Pulau Dewata.

Berpindahnya kampus dari Jalan Pulau Kawe ke Jalan Teuku Umar dilakukan pada tahun 2003. 

Tiga
ruko berlantai empat di Jalan Teuku Umar menjadi kampus baru. Maklum
tahun kedua itu jumlah mahasiswa baru membengkak menjadi 250 orang.
Meski mahasiswa baru naik 6 kali  lipat, biaya operasional juga makin
besar. Karenanya ruko yang disewa selama 5 tahun, dibayar secara
mencicil tiap tahun. 

“Saya
bilang ke pemiliknya, saya kontrak 5 tahun, bayarnya per tahun Rp 200
juta, tapi pemiliknya minta tiap tahun naik Rp 25 juta. Ya sudah, saya
nekat saja ambil,” kenang Dadang Hermawan. 

Meski pendapatan kampusnya pas-pasan, Dadang Hermawan bertekad, soal gaji karyawan tidak boleh telat. 

“Kalau
besok gajian tapi uang masih kurang, sore ini pasti saya jual mobil.
Biasanya sore-sore saya ke Jalan Gatot Subroto cari show room mobil
untuk jual. Tidak pakai mobil dinas lagi. Kita di pendidikan kan
keuangan tidak tentu. Biasanya tahun ajaran baru, UAS, baru ada uang.
Jadi setelah mahasiswa bayar, baru saya beli mobil lagi. Makanya tiap
enam bulan saya ganti mobil,” beber Dadang sambil terbahak-bahak.

Di
ruko style Bali itu, STIKOM Bali makin moncer. Tahun ketiga mahasiswa
baru membengkak lagi menjadi 475 orang. Tahun keempat jumlah mahasiswa
baru 750 orang. Di situlah Dadang mulai berpikir bagaimana caranya
memiliki kampus sendiri. 

Keinginan
ini sempat membuat Dadang menjadi korban penipuan calo tanah yang
menawarkan lahan di Jalan Jaya Giri. Setelah membayar uang muka Rp 200
juta, Dadang memasang spanduk bertuliskan ‘Di sini akan dibangun kampus
STIKOM Bali’. 

Setelah
spanduk dibentangkan, barulah ketahuan kalau tanah itu milik orang
lain. Akhirnya batal dan si calo tadi diproses secara hukum. 

Dadang
kemudian mengincar lokasi yang lebih elit di Jalan Raya Puputan, Renon.
Masalahnya, tanah seluas 40 are itu bernilai Rp 16 miliar. Sedangkan
STIKOM Bali hanya punya uang Rp 1 miliar. Nah bermodalkan Rp 1 miliar
sebagai tanda jadi, Dadang nekad menandatangani perjanjian jual-beli
tanah tersebut.

“Jika
dalam waktu enam bulan tidak dilunasi, maka uang muka tadi hilang.
Setelah pontang panting dua bulan cari duit, bulan ketiga akhirnya
berjodoh dengan BPD Bali. BPD yang lunasi, sertifikat sebagai jaminan,”
kisah Dadang.

Selanjutnya
Dadang bergerak cepat membangun kampus STIKOM Bali. Tapi duitnya dari
mana? Apalagi anggaran biaya sesuai maket gedung memerlukan dana Rp 25
miliar. Lagi-lagi Dadang mendapat solusi jitu. Bank BNI 46 siap
membiayai proyek gedung STIKOM Bali dengan jaminan sertifikat tanah
(take over dari BPD) dan bangunan gedung STIKOM Bali. 

Ir
Wayan Swastika MT, seorang dosen Fakultas Teknik Unud menawarkan diri
membangun. “Setelah dibangun 30 persen, barulah turun dana dari bank
untuk bayar, begitu seterusnya sampai selesai. Dari dulu semuanya nekad
saja. Toh bisa. Jadi, masalah dana sebenarnya bukan halangan untuk
mengembangkan pendidikan,” kata Dadang. “Saya sudah buktikan,” lanjutnya
dengan wajah serius. 

Belakangan
Ir I Nyoman Swastika MT yang membangun gedung STIKOM Bali tadi,
akhirnya dirangkul masuk dalam Yayasan WDS Denpasar sebagai pengawas.

Ketua
Yayasan WDS Denpasar Drs Ida Bagus Dharmadiaksa MSi Ak menambahkan,
untuk meyakinkan Nyoman Swastika agar mau membangun kampus tersebut, dia
beberapa kali menemuinya sambil memperlihatkan data perkembangan
mahasiswa baru yang terus melonjak dari tahun ke tahun. 

“Tapi
kami tidak bayar seluruhnya, sebagian kami tawarkan dalam bentuk saham.
Pak Nyoman setuju. Wah bagus nih. Oke saya setuju, saya mau bangun,”
kisah Dharmadiaksa. 

Pada
saat bersamaan  manajemen STIKOM Bali juga mendirikan SMK TI Bali
Global di Jalan Tukad Citarum Denpasar sebagai ‘bahan baku’ alias calon
mahasiswa STMIK STIKOM Bali. 

Kini
di Bali berdiri 7 SMK TI Bali Global tersebar di Denpasar, Jimbaran,
Dalung, Karangasem, Klungkung, Singaraja dan Abiansemal serta sebuah SMK
Indonesia Global di Ponorogo, Jawa Timur.

Salah
satu kelebihan ITB STIKOM Bali adalah karena dikelola secara
profesional oleh tim manajemen.  Sedangkan peran yayasan sebagai
pengawas dan urusan pembinaan dari belakang

Tahun
2009 STMIK STIKOM Bali mulai menempati kampus megah berlantai empat di
Jalan Raya Puputan No. 86 Niti Mandala, Renon, Denpasar. Jumlah
mahasiswanya membengkak lagi menjadi 1.200 orang, sementara utang di BNI
sudah lunas tahun 2012.

Sejak
berada di kawasan elit Niti Mandala, Renon, tiap tahun jumlah mahasiswa
baru tak kurang dari 1.200-1.500 orang. Per Juli 2022, total mahasiswa
tercatat 6.000 orang. Hingga Wisuda ke-29 jumlah alumninya mencapai
9.000 orang, tersebar di seluruh Indonesia hingga luar negeri.  

Pada
07 Mei 2019, STMIK STIKOM Bali resmi berubah bentuk menjadi Institut
Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali. Lalu pada 9 Juli 2019, Pengurus
Yayasan WDS Prof Dr I Made Bandem MA melantik Dr Dadang Hermawan menjadi
rektor. 
Tiga srikandi di balik kisah sukses ITB
STIKOM Bali kini punya jabatan mentereng. Dr Ni Luh Putri Srinadi SE MM
Kom sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber
Daya; Dra Ni Made Astiti MM Kom sebagai Direktur Kerja Sama, Pemasaran
dan Humas; dan Putu Anita Diasuti menjadi salah satu Direktur  salah
satu unit bisnis STIKOM Bali Group.

Saat
ini ITB STIKOM Bali dengan 6.000 mahasiawa tersebar di tiga kampus.
yakni ITB STIKOM Bali Renon, Jimbaran dan Abiansemal. Saat ini ITB
STIKOM Bali memiliki dua fakultas yakni Fakultas Ilmu Komputer dengan
tiga Program Studi (prodi): Prodi Sistem Komputer, Prodi Sistem
Informasi, dan Prodi Teknologi Informasi. Ketiganya program S-1. 
Kemudian
Fakultas satu lagi adalah Fakultas Bisnis dan Vokasi dengan dua Prodi,
yakni Prodi Bisnis Digital (S-1) dan Prodi Manajemen Informatika (D-3). 

Hebatnya
lagi  ITB STIKOM Bali punya Program Dua Gelar Internasional untuk gelar
Sarjana Komputer (S Kom) dari ITB STIKOM Bali dan gelar Bachelor of
information Technology (BIT) dari HELP University Kuala Lumpur. Juga ada
Program Dua Gelar Nasional untuk gelar S Kom dari ITB STIKOM Bali dan
Sarjana Manajemen (SM) dari Binus University Jakarta atau Sarjana Desain
(S.Ds) dari STT Bandung.

Tak
salah ketulusan perjuangan ITB STIKOM Bali menghasilkan sumber daya
manusia di bidang Teknologi Informasi  akan dirayakan bersama Tulus.




Komentar