nusabali

Turnamen Ceki Kembali Dibangkitkan

Anggaran Bansos Terdampak Pandemi Covid-19

  • www.nusabali.com-turnamen-ceki-kembali-dibangkitkan

GIANYAR, NusaBali
Pengurus Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) yang Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta membuka turnamen Ceki di Desa Siangan, Kecamatab Gianyar, Gianyar, Minggu (7/8). Olahraga rekreasi ini digelar di Wantilan Banjar Teruna, desa setempat.

Turnamen ini sebagai langkah untuk mengumpulkan dana karena anggaran bansos dari pemerintah terdampak pandemi Covid-19. Wayan Tagel mengapresiasi turnamen itu karena bisa menjual 1.300 kupon kepada pecinta Ceki. Dia menegaskan Ceki saat ini adalah olahraga kreasi di bawah naungan Koni Gianyar. "Turnamen ceki ini olahraga rekreasi. Tidak ada judi. Secara nasional sudah diakui, dibawah naungan koni Gianyar. Ten wenten judi, sami kreasi," jelasnya.

Menurut Tagel, turnamen ini paling pas digelar saat bansos sedikit tersendat di tengah krisisnya anggaran dampak pandemi Covid-19. "Turnamen ceki jadi salah satu terobosan penggalian dana, sembari menunggu bantuan dana hibah pemerintah," ujar Tagel.

Oleh karena itu, turnamen ceki cukup rutin digelar di bumi seni Gianyar. Bahkan bisa dikatakan setiap hari Minggu. "Sampai Desember penuh jadwal, Tegallalang, Payangan. Kalau ada yang mau durusang (silakan). Para pecinta sering kami ajak seminggu sekali, rutin ada di Kabupaten Gianyar. Dirasakan manfaat. Minat tinggi, buktinya yang ikut banyak," ujarnya. Pada hari Minggu, kata Tagel,  pecinta Ceki bisa sekalian jalan-jalan dan menikmati kulineran. "Untuk refreshing," imbuhnya.

Tagel melihat ada pergerakan ekonomi pada turnamen ceki. Pertama, usaha percetakan bisa kerja mengadakan ribuan kupon, kedua kuliner lokal seperti dagang sate, makanan minuman laris manis. "Dengan pendaftaran Rp 100.000 peserta bisa menikmati permainan dan kulineran," jelasnya. Yang tak kalah menarik adalah hadiah yang disiapkan panitia bernilai jutaan rupiah. Tagel juga menjanjikan bonus untuk peserta yang apda sesion pertama bisa debel maupun dalam posisi mencari.

"Kami apresiasi, senang dan bahagia melihat di masa sulit ini ternyata tokoh masyarakat Desa Siangan mampu jual kupon 1.300 lembar. Ini tertinggi selama kita laksanakan turnamen ceki di Gianyar. Sebelumnya ada 1.200," terangnya.

Sementara itu, anggota DPRD Gianyar Luh Suciningsih SE yang juga Sekretaris Komisi III DPRD Gianyar mengatakan dirinya sekaligus sebagai panitia penyelenggara. "Ini bentuk penggalian dana. Saya terlibat langsung ikut edarkan kupon. Selain untuk Mlaspas Awig, dana yang terkumpul juga akan dipakai memperbaiki Palinggih," jelasnya.

Turnamen Ceki dipilih mengingat kondisi keuangan daerah Kabupaten Gianyar yang saat ini belum normal. "Jadi Prajuru bentuk Panitia penggalian dana. Astungkara masyarakat di Desa Adat Siangan sangat antusias. Kemarin saat gladi bersih kita cek, kupon yang dibuat 1.500 laku 1.300 lebih, itu luar biasa," ungkapnya.

Suciningsih berharap dana yang terkumpul bisa membantu Desa Adat. "Di saat kondisi normal, sebagai anggota dewan asli Siangan saya pasti bantu program pembangunan di desa," janjinya.

Pihaknya juga meyakini ada imbas ekonomi dari gelaran turnamen ini. "Sangat ada, warung sponsor yang ikut gabung mereka diberikan tempat mendirikan tenda bisa promosi. Warung makan lokal otomatis yang dulunya dapat dikit, dengan ribuan peserta yang hadir tingkat penjualan mereka meningkat," ujarnya.

Luh Suciningsih menegaskan Ceki bukan judi. "Kami tidak mengajarkan masyarakat berjudi. Kami menyediakan tempat untuk menyalurkan bakat mereka ke hal positif. Dulu sifatnya judi, sekarang hobi mereka tersalurkan, mereka juga otomatis madana punia," jelasnya. *nvi

Komentar