nusabali

Tim Localan Bali Buat Patung Gaya 'Bebadungan'

  • www.nusabali.com-tim-localan-bali-buat-patung-gaya-bebadungan

DENPASAR, NusaBali
Komunitas Anak Muda Sanur Localan Bali berhasil membuat dua buah karya patung gaya 'bebadungan' khas seniman legendaris Sanur Ida Pedanda Made Sidemen.

Kedua patung yang diberi nama Kalantaka dan Kalanjaya berdiri gagah di sisi utara Jalan Pungutan, Banjar Sindu Kelod, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meresmikan langsung pemasangan patung pada Kamis (19/5) sore, disaksikan Bendesa Intaran I Gusti Alit Kencana, Lurah Sanur Ida Bagus Raka Jisnu, Tim Localan Bali dan masyarakat Sanur.

Kalantaka dan Kalanjaya yang dibuat selama 4 bulan terlihat klasik dengan ukiran yang sederhana dan didominasi pewarnaan merah. Menggambarkan ciri khas patung penjaga yang memberikan keselamatan secara niskala.

Koordinator Tim Localan Bali, Kadek Darma Apriana, menuturkan pembuatan patung oleh Tim Localan Bali di pesisir Sanur juga bertujuan mengedukasi anak muda milenial khususnya di Desa Adat Intaran mengenai ciri khas karya 'bebadungan'.

"Karya bebadungan itu ada tiga, style Puri Gerenceng, style Jero Abasan, dan style dari Intaran karya dari Ratu Peranda Made Sidemen," ungkap pria yang akrab dipanggil Unggit Desti ditemui sesuai peresmian pemasangan patung.  

Dengan karya patung yang dibuat, Localan Bali ingin mengangkat kembali ciri khas seniman kebanggan Sanur Ida Ratu Made Sideman yang anak muda milenial mungkin belum tahu hasil karya tangan dingin Made Sidemen.

"Kita menunjukkan ini loh Sanur kita, ini loh ciri khas togog ala Intaran, karena pesisir Intaran mempunyai cerita, mempunyai karya, mempunyai ciri khas, mempunyai pola," ucap Darma Apriana.

Darma Apriana menuturkan Localan Bali sangat bersyukur diberikan kesempatan oleh berbagai pihak untuk menunjukkan karya mereka. "Ini kita ada dari Tim Localan Bali diberikan ruang, tempat, dan wadah, dan waktu untuk berkarya," ujarnya.

Di waktu berikutnya Localan Bali tidak akan berhenti untuk belajar dan meminta petunjuk kepada para panglingsir di Sanur untuk menggali lagi karya-karya dari Ida Pedanda Made Sideman lainnya.

"Mana gaya togog, mana gaya tapel, mana lingga tangan dari Ratu Made Sideman, yang ke depannya akan kita up kita perkenalkan lagi kepada anak muda Sanur, kepada anak muda Intaran, dan kepada anak muda Denpasar khususnya juga kepada anak muda Bali," sebut Darma Apriana yang juga Patajuh III Pasikian Yowana Bali.

Sementara itu, Lurah Sanur Ida Bagus Raka Jisnu, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kegiatan anak-anak muda milenial yang dikomandoi Localan Bali.

"Sangat senang sekali anak-anak muda milenial bisa mengajegkan atau menjaga kearifan lokal melestarikan budaya kita," sebut Lurah Sanur.

Dengan kegiatan semacam ini Lurah Jisnu berharap anak muda bisa mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri bukan sebaliknya berpaling kepada budaya bangsa lain. *cr78

Komentar