nusabali

Angkat Cerita 'Hyangbatu' pada Rekasedana Topeng Prembon PKB XLIV

Sekaa Gong Eka Dharma Swara Dibina Konsultan Seni Denpasar

  • www.nusabali.com-angkat-cerita-hyangbatu-pada-rekasedana-topeng-prembon-pkb-xliv

DENPASAR, NusaBali
Sekaa Gong Eka Dharma Swara, Banjar Yangbatu Kauh, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur, menjadi duta Kota Denpasar pada Rekasedana (Pergelaran) Topeng Prembon di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV.

Untuk itu, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar melakukan pembinaan di Jaba Pura Dalem Desa Adat Yangbatu, Desa Dangin Puri Kelod, Senin (17/5) malam.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadisbud Kota Denpasar Raka Purwantara, Ketua Komisi III DPRD Bali AA Ngurah Adhi Ardhana, Camat Denpasar Timur I Made Tirana, tokoh masyarakat, prajuru adat/dinas, serta undangan lainnya.  

Raka Purwantara mengatakan, secara umum persiapan sekaa kesenian duta Kota Denpasar yang akan tampil di ajang PKB XLIV Tahun 2022, khususnya Sekaa Topeng Prembon yang dilaksanakan pembinaan telah siap untuk tampil. Namun, dalam upaya penyempurnaan penampilan, perlu diperhatikan poin-poin penting atau uger-uger dalam sebuah pementasan seni tabuh yang terbentuk dalam pakem tertentu.

“Secara umum duta Kota Denpasar, khususnya Sekaa Topeng Prembon telah siap tampil. Namun perlu dilaksanakan penyempurnaan dan penjiwaan saat tampil,” imbuh Raka Purwantara.

Koordinator Sekaa I Wayan Agus Yuliawan menjelaskan, pada intinya Sekaa Gong Eka Dharma Swara, Banjar Yangbatu Kauh siap tampil di PKB XLIV. Hal ini lantaran persiapan dan penajaman materi terus dimaksimalkan.

“Untuk materi saya kira sudah siap, dan sekarang tinggal proses penajaman dan penyempurnaan sehingga saat tampil dapat lebih maksimal,” ucap Agus.

Agus mengatakan, dalam sajian pementasan Topeng Prembon tahun ini pihaknya mengangkat judul ‘Hyangbatu’ yang mengandung cerita sejarah Desa Adat Yangbatu. Dikisahkan Raja Gelgel, Ida Dalem Waturenggong melaksanakan perjalanan ke Bandana Negara. Hal ini bertujuan untuk menelusuri keberadaan Pasraman Ida Brahmana Keling.

 “Perjalanan tersebut dilaksanakan untuk mengingat jasa-jasa Ida Brahmana Keling yang sudah menyukseskan atau menyempurnakan pelaksanaan Yadnya Nangluk Merana di Pura Agung Besakih,” jelas Agus.

Singkat cerita, kata Agus, kehadiran Ida Dalem Waturenggong di Bandana Negara disambut oleh para patih dan masyarakat. Dalam perjalanannya, atas permohonan Bendesa Hyangbatu, sebelum melanjutkan perjalanan ke pasraman, sebaiknya Ida Dalem Waturenggong memohon keselamatan, khususnya di Pura Dalem Hyangbatu. Pura tersebut disebutkan dibangun sejak pemerintahan Raja Dalem Watu Ireng.

“Di sanalah Ida Dalem Waturenggong mahyang-hyang memohon keselamatan. Tiba-tiba muncul kepulan asap dari sebuah batu yang dibarengi dengan keluarnya air suci. Hingga kini, wilayah tersebut dikenal dengan Desa Adat Yangbatu,” tutur Agus. *mis

Komentar