nusabali

Dishub Denpasar Akan Operasikan Kereta Kuda

Beroperasi Seminggu 2 Kali, Penumpang Tidak Dipungut Biaya

  • www.nusabali.com-dishub-denpasar-akan-operasikan-kereta-kuda

DENPASAR, NusaBali
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar akan mengoperasikan dua kereta kuda atau dalam bahasa Jawa andong pada Juni 2022 mendatang.

Pengoperasian tersebut bertepatan dengan liburan sekolah. Kepala Unit Pelayanan Teknis Transportasi Darat Dishub Kota Denpasar I Dewa Ketut Adi Pradnyana, Rabu (16/3), mengatakan pengoperasian kereta kuda ini akan diintegrasikan dengan dokar yang merupakan program dari Dinas Pariwista Daerah (Disparda) Kota Denpasar.

Selain itu, menurut Dewa Adi, integrasi juga akan dilakukan dengan moda transportasi umum yang ada seperti bus Metro Dewata. Hanya ada dua kereta kuda yang dimiliki Dinas Perhubungan. Dua kereta kuda ini akan beroperasi pada Juni 2022 mendatang bertepatan dengan libur sekolah.

Dua kereta kuda itu dioperasikan bekerjasama dengan Persatuan Dokar Denpasar (Perdoden). Kereta kuda itu masing-masing nantinya akan ditarik oleh dua ekor kuda dan dioperasikan dua kusir dalam satu kereta kuda.

“Kusir satu akan bertugas di belakang kereta kuda untuk mengawasi penumpang (bertindak seperti kernet, Red), kusir satunya akan mengendalikan laju kuda. Mereka bisa bergantian,” tutur Dewa Adi.

Dewa Adi mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk satu kusir sebanyak Rp 300.000 per hari. Itu sudah termasuk biaya pakan ternak dan lain-lain. Kereta kuda itu rencananya akan beroperasi satu minggu dua kali, penumpang bisa naik secara gratis alias tidak dipungut biaya. “Beroperasi dua kali dalam seminggu. Dan ini juga masih dalam pembahasan kami,” imbuhnya.

Dikatakan Dewa Adi, kendati beroperasi mulai pertengahan tahun, namun anggaran yang disiapkan hanya cukup untuk 5 bulan. Setelah itu, masih akan dipikirkan kembali terkait anggaran khusus untuk kusir kereta.

Sebelum beroperasi, kereta kuda ini sudah dilakukan uji coba pada akhir 2021 lalu. Saat uji coba tersebut, warga sangat antusias untuk memanfaatkan jasa kereta kuda ini.

Namun dikarenakan adanya keterbatasan anggaran, baru bisa dioperasikan pada pertengahan tahun 2022. “Untuk rutenya sama dengan dokar yang sudah berjalan. Ada dua rute karena kami integrasikan dengan dokar,” ucap Dewa Adi.

Untuk rute pertama yang akan dilalui yakni dari Terminal Tegal menuju Jalan Imam Bonjol menuju Jalan Thamrin hingga ke Jero Kuta lalu menuju Pasar Badung. Selanjutnya rute kedua yakni dari Pasar Badung menuju patung Catur Muka, menuju Jalan Kapten Agung lalu ke Terminal Tegal.

Dewa Adi mengatakan, kereta kuda ini dimaksudkan untuk melengkapi moda transportasi yang ada saat ini. Selain itu, juga sebagai fasilitas penunjang objek wisata di Denpasar. “Prinsipnya sama dengan dokar, cuma dia lebih lebar dan penumpangnya bisa lebih banyak. Kalau di luar biasanya bernama andong,” ujarnya. *mis

Komentar