nusabali

Truk Adu Jangkrik, Sopir dan Kernet Tewas

  • www.nusabali.com-truk-adu-jangkrik-sopir-dan-kernet-tewas

Benturan keras tak terelakkan saat truk boks melakukan ‘contraflow’ yang di saat bersamaan ada truk lain sedang melaju.

NEGARA, NusaBali

Kecelakaan adu jangkrik melibatkan truk boks Hino nopol DK 8871 FC dengan truk Mitsubishi nopol P 8320 VH terjadi di Jalan Umum Gilimanuk-Singaraja,  Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin (14/3) siang.

Dalam peristiwa sekitar pukul 11.50 Wita ini, dua orang korban tewas. Kedua korban tersebut, merupakan sopir truk boks Hino, Kadek Budi Artawan, 30, alamat Jalan Wibisana Kalibaru II, Desa Banjar Jawa, Kecamatan/Kabupaten  Buleleng, bersama kernetnya, Gede Sutrawan, 40, alamat Banjar Kajanan, Desa Penglatan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Informasi yang dihimpun NusaBali, kecelakaan maut adu jangkrik kedua truk itu, bermula dari truk boks Hino yang dikemudian Kadek Budi Artawan bergerak dari arah timur ke barat atau dari arah Singaraja. Saat mendekati lokasi pada situasi jalan lurus datar beraspal baik, cuaca cerah, arus lalu lintas sepi dengan garis marka tengah putus-putus, truk boks yang bergerak dengan kecepatan tinggi tersebut, kehilangan kendali oleng ke kanan hingga melewati as tengah jalan.

Saat bersamaan dari arah berlawanan, melaju truk Mitsubishi P 8320 VH yang dikemudikan Hermanto, 34, alamat Dusun Sumberejo, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur. Karena truk boks masuk jalur berlawanan, tak ayal terjadi tabrakan adu jangkrik dengan truk Mitsubishi bermuatan beras yang bergerak sesuai jalurnya.

Tabrakan adu jangkrik yang terjadi antara kedua truk itu pun diperkirakan cukup keras. Setelah bertabrakan, truk boks sampai terpelanting berputar ke selatan dan berakhir dengan posisi bagian kepala jatuh di bahu jalan sebelah selatan. Sedangkan truk Mitsubishi yang diketahui sempat berusaha dibanting ke kiri itu, berakhir dengan posisi terguling di bahu jalan sebelah utara.

Akibat kecelakaan itu, sang sopir truk boks Hino bersama kernetnya meninggal dunia. Korban Kadek Budi Artawan, diketahui sudah meninggal dunia di lokasi dengan kondisi luka robek pada dahi kiri, pipi kiri, rahang kiri, siku kiri, patah tulang pada rahang kiri, dan mengalami pendarahan dari telinga dan hidung. Sementara korban Gede Sutrawan yang mengalami patah tulang rahang atas sebelah kiri, patah tulang selangkangan sebelah kanan, patah tulang rusuk kanan, luka lecet di dada, juga sudah dinyatakan meninggal dunia saat mendapat perawatan di Puskesmas II Melaya di Gilimanuk. Sebaliknya sopir truk Mitsubishi, Hermanto, diketahui selamat dengan kondisi sehat.

Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Dewa Gede Ariana, saat dikonfirmasi mengatakan, penyebab kecelakaan dua truk itu, diduga karena kurang hati-hatinya sopir truk boks hingga melaju oleng masuk ke arah jalur berlawanan. Namun untuk penyebab olengnya itu sementara belum bisa dipastikan. Mengingat sopir maupun kernet di truk boks itu sama-sama meninggal dunia. "Entah karena ngantuk atau ada hal-hal yang lain, kita tidak dapat pastian. Tetapi kalau dari olah TKP, truk boks itu menunjukan tanda melaju kencang," ujarnya.

Terkait jenazah kedua korban yang sempat dibawa ke Puskesmas II Melaya, kata AKP Ariana, sudah diantar mobil ambulans ke Buleleng. Begitu juga untuk kedua bangkai truk yang terlibat kecelakaan maut itu, sudah dievakuasi menggunakan derek. *ode

Komentar