nusabali

Viral, Temuan Ratusan KIS-KIP di Tempat Sampah

  • www.nusabali.com-viral-temuan-ratusan-kis-kip-di-tempat-sampah

SINGARAJA, NusaBali
Warganet kembali dihebohkan dengan sebuah postingan temuan seratusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di wilayah Banjar Dinas Kawanan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Sebuah video yang memperlihatkan seratusan keping KIS dan KIP itu diposting oleh salah satu akun facebook, Sabtu (5/3) malam. Dalam video tersebut seorang pria menerangkan ratusan KIS dan KIP tersebut didapatkan seorang warga Dusun Kawanan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Buleleng, saat mencari barang rombengan (barang bekas). Saat itu ditemukan sebuah bungkusan plastik ternyata di dalamnya berisi seratusan keping KIS dan KIP.

Perbekel Menyali, I Made Jaya Harta dikonfirmasi, Minggu (6/3) sore membenarkan adanya temuan tersebut. Hanya saja dia mengatakan bahwa peristiwa temuan KIS dan KIP tersebut sudah kasus lama, yakni pada 8 Februari 2022 lalu. Masalah tersebut pun dijelaskan Perbekel Jaya Harta sudah diselesaikan oleh Pemerintah Desa, bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BPJS Kesehatan, Perwakilan Polsek Sawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Dusun (Kadus) Kawanan.

“Sebenarnya masalah itu sudah kami selesaikan di desa dan sudah klir semuanya. Cuman kembali viral kemarin. Persoalannya sudah selesai karena tidak sengaja dibuang. Pak kadus sudah buat surat pernyataan dan permohonan maaf,” kata Perbekel Jaya Harta yang dihubungi via telepon, Minggu kemarin.

Dari penyelesaian persoalan sebulan yang lalu Jaya Harta mengatakan ratusan KIS dan KIP itu adalah terbitan tahun 2018. Dari 118 KIS dan 8 KIP yang didapatkan warga itu sebenarnya tak sengaja dibuang oleh Kadus Kawanan Made Budiasa. Seratusan KIS yang ditemukan itu sebenarnya 73 keping sudah tidak aktif. Hanya 45 kartu saja yang masih aktif. Namun setelah diteliti kembali dari 45 kartu yang masih aktif itu, 22 kartu di antaranya berasal dari warga Desa/Kecamatan Sawan, 4 kartu ganda dengan NIK-nya berbeda, 2 kartu pemiliknya sudah meninggal dunia dan 17 kartu tidak ditemukan pemiliknya.

“Sebenarnya sejak tahun 2018 itu sudah mau dikembalikan kartu-kartu ini hanya saja pak kadus kami ini sakit-sakitan sering keluar masuk rumah sakit. Bahkan saat kejadian temuan kartu itu juga beliau sedang opname di RS Bali Med. Sehingga agak terkejut kenapa kartu-kartu itu ditemukan di tempat biasa keluarganya buang sampah,” imbuh Jaya Harta.

Setelah ditelusuri ternyata saat Kadus Kawanan Budiasa sedang dirawat di rumah sakit, anaknya bersih-bersih rumah. Kartu-kartu yang tersimpan dalam kardus dan dibungkus plastik itu dikira sampah sehingga dibuang bersama sampah-sampah lainnya. Setelah dilakukan klarifikasi, persoalan pun tuntas. Kadus Kawanan juga telah membuat surat pernyataan dan permohonan maaf kepada warga Desa Menyali.

“Warga kami tidak ada yang menuntut, karena memang kartu-kartu itu kebanyakan yang sudah tidak aktif, tidak ditemukan, ganda, dari luar desa, sehingga tidak sampai mengganggu layanan jaminan kesehatan,” tegas dia. Pemerintah Desa Menyali pun tak memberikan sanksi kepada Kadus Budiasa, karena peristiwa tersebut terjadi karena ketidaksengajaan.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra langsung meluncur ke Desa Menyali begitu mengetahui persoalan KIS viral di media sosial. Dia pun kembali meminta klarifikasi dan setelah dilakukan pengecekan, kartu-kartu yang ditemukan itu sudah dikembalikan ke Dinas Sosial sebulan lalu.

“Kami  sudah crosscheck langsung tadi ke lapangan dan memang benar sesuai keterangan Kadus, kebanyakan kartu sudah tidak aktif, ada yang ganda dan tidak ditemukan. Dinsos juga sudah menerima pengembalian kartu itu,” ungkap Kariaman. Dia pun berharap ke depannya agar seluruh pemerintah desa dalam melaksanakan kegiatan berkaitan pelayanan kesejahteraan sosial masyarakat. agar cepat merespon tidak lagi ada ditangguhkan. Sehingga potensi kejadian seperti ini tak terulang kembali. *k23

Komentar