nusabali

Ritual Tolak Bala Keluar Komplek Vihara Batal Diadakan

  • www.nusabali.com-ritual-tolak-bala-keluar-komplek-vihara-batal-diadakan

MANGUPURA, NusaBali
Rencana pengelola Vihara Dharmayana Kuta melaksanakan persembayang tolak bala keluar dari komplek Vihara urung dilakukan.

Hal itu diputuskan berdasarkan hasil koordinasi pengurus Vihara atas resiko dan perkembangan kasus Covid-19 yang meningkat belakangan ini. Terlebih lokasi persembahyangan merupakan tempat umum, yang relatif sulit dikontrol.

Ketua Pengurus Vihara Dharmayana Kuta Adi Dharmaja Kusuma, mengatakan semula memang berencana melaksanakan kembali persembahyangan tolak bala keluar Vihara. Rencana tersebut berdasarkan hasil rapat sekitar sebulan lalu dengan asumsi kondisi kasus Covid-19 sudah melandai. “Awalnya kami perkirakan kondisi akan normal. Namun atas pertimbangan kondisi saat ini, kami di pengurus sepakat untuk kembali meniadakan persembahyangan tolak bala keluar Vihara,” jelasnya, Minggu (30/1).

Adi Dharmaja melanjutkan, hasil rapat sebelumnya disepakati apabila muncul imbauan atas adanya lonjakan kasus, maka persembahyangan tersebut cukup dilaksanakan di depan gerbang Vihara saja. Atas hal itu, maka pihaknya akan kembali melaksanakan persembahyangan tolak bala seperti dua tahun sebelumnya, yaitu dilaksanakan di depan gerbang Vihara dengan durasi singkat.

“Rencananya persembahyangan tolak bala akan dilaksanakan pada pukul 16.30 Wita sampai 17.00 Wita. Pada intinya persembahyangan tolak bala bertujuan untuk meminta keselamatan dan wujud syukur, karena tahun lalu bisa dilalui dengan selamat,” jelas Adi Dharmaja.

Peniadaan sembahyang tolak bala keluar Vihara diakuinya sudah yang ketigakalinya selama pandemi. Karena saat ini kembali dilaksanakan di depan vihara saja, maka liong tidak akan diturunkan. “Nanti liong tidak akan diturunkan, yang diturunkan hanya 3 buah barongsai, termasuk satu yang kita sakralkan. Penghormatan itu sebagai bentuk penetralisir hal negatif,” kata Adi Dharmaja.

Sementara pada malam hari saat moment pergantian tahun, pihaknya berencana akan mengadakan atraksi barongsai dan liong. Hal itu dirasa memungkinkan dilakukan, karena kegiatan itu diadakan di internal vihara. Jumlah penonton juga akan dibatasi, sehingga mudah dikontrol. “Untuk persembahyangan tutup tahun, Vihara akan mulai dibuka pada pukul 00.00 Wita. Sejak 2 tahun lalu persembahyangan itu memang sempat ditutup untuk umum dan dikhususkan hanya untuk internal vihara,” imbuh Adi Dharmaja.

Dalam pelaksanaannya, umat yang akan sembahyang nantinya dilakukan pengaturan oleh pemuda Vihara, Linmas, Pecalang, dan Bhabinkamtibsa. Hal itu untuk mencegah potensi terjadinya kerumunan. Pihaknya juga menerapkan sistem nomor antrean agar mempermudah pengawasan. Dalam sekali persembahyangan, umat yang diizinkan masuk ke Vihara dibatasi 50-75 orang. “Kalau biasanya sebelum pandemi, umat akan datang bergantian sampai jam 12 siang. Tapi berkaca dari situasi, kemungkinan tidak ada juga umat yang datang. Tapi kami tetap buka, sebab tidak bisa prediksi umat yang akan datang,” tandasnya. *dar

Komentar