nusabali

Kebaktian Umat GKII Bukit Shalom Ubud Dijaga Ketat

  • www.nusabali.com-kebaktian-umat-gkii-bukit-shalom-ubud-dijaga-ketat

GIANYAR, NusaBali.com - Ibadah Kebaktian Umat di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Bukit Shalom Ubud dijaga ketat oleh personel Polsek Ubud, Minggu (26/12/2021).

Pengamanan gereja berlokasi di Jalan Gunung Sari, Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, dipimpin oleh Panit 1 Reskrim Ipda Putu Wahyu Dhermawan didukung Kodim 1616 Gianyar.

Penjagaan pelaksanaan ibadah  guna memastikan penerapan Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

 "Salah satu isi dari kebijakan tersebut yakni jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan lbadah dan Perayaan Natal secara berjamaah atau kolektif tidak melebihi 50 persen dari kapasitas total gereja. Dan penerapan protokol kesehatan dengan ketat. Kami di sini untuk memastikan hal tersebut telah terlaksana dengan baik," ujar Ipda Putu Wahyu Dhermawan.

Ipda Wahyu menilai Kebaktian Umat telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan pelaksanaan ibadah diadakan dengan jumlah terbatas.

"Kapasitas gedung total 300 orang, dan umat yang ibadah dibatasi 100 orang. Lalu sebelum masuk gedung umat yang datang melakukan pengecekan suhu tubuh dan tentunya menggunakan masker, kami juga mengamati pengurus tempat ibadah telah menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer," terangnya.

Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Agus Mid Lewa seperti kegiatan doa pembuka, kegiatan menyanyikan lagu-lagu pujian terhadap Tuhan Yesus, khotbah penyampaian firman Tuhan dan doa penutup berjalan dengan aman, lancar serta tertib.

"Kepada umat yang hadir mari di masa pandemi Covid-19 ini selalu menjaga iman dengan menaati ajaran Tuhan Yesus dan yang tak kalah pentingnya yakni agar selalu menaati protokol kesehatan guna mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19," kata Agus Mid Lewa.

Lebih lanjut Ipda Wahyu mengatakan bahwa tidak hanya umat Katolik dan Kristen yang harus menaati kebijakan yang sedang berlangsung. Namun juga seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agamanya.

"Terutama menjelang tahun baru 2022 masyarakat harus menahan diri agar tidak menimbulkan kerumunan yang berlebih, selain dalam rangka menghindari penyebaran Covid-19, hal tersebut juga berguna untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya konflik dan menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat," tambahnya.

Ipda Wahyu mengimbau kepada masyarakat agar selalu seirama dan mendukung kebijakan serta program pemerintah dalam penanganan Covid-19 yang sedang mewadah tersebut. "Mari bersama-sama melewati masa pandemi ini. Agar kegiatan keagamaan, kegiatan sosialisasi, pariwisata, bermasyarakat, kegiatan seni dan budaya dapat dilaksanakan dengan normal kembali," tutupnya.


Komentar