nusabali

Mempribadikan Bunga dalam Budaya

  • www.nusabali.com-mempribadikan-bunga-dalam-budaya

Seperti apakah kepribadian budaya Bali? Keadiluhungan budayanya telah membuat Bali begitu terkenal. Di mata wisatawan, Bali memiliki tradisi, kepribadian, dan budaya yang memukau.

Apakah kepribadian yang telah dimiliki dapat diharumkan lewat kepribadian bunga? Misalnya, bunga mawar si ‘perfeksionis’ yang mungkin agak old-fashioned, berkepribadian  klasik, timeless  tetapi romantis. Bunga mawar merefleksikan penampilan yang fashionable, on the point,  berpikir dengan hati, paham dalam mentransformasi yang rumit menjadi fleksibel. Bunga mawar terkesan ekslusif tertutup, tetapi ketika sudah mengenalnya dari dalam ia berubah menjadi sosok yang komunikatif, berbagai hal terbuka bagai ‘kotak pandora’.

Bali juga terkenal dengan label ‘the living paradise with thousand temples’! Kepribadian demikian setara dengan bunga lily, lambang kesucian dan keindahan. Bunga lily juga menggambarkan kualitas krama Bali sebagai pekerja keras yang bahagia dan bersemangat, penuh prestasi yang diraih dengan susah payah, bukan ‘mecongkrah’ atau  berkonflik. Dalam bergaya, krama Bali selalu tampil lembut menawan, tidak suka menonjolkan diri, baik hati, suka membantu orang lain, mandiri, dan dihormati oleh kawan maupun lawan. Singkat kata, kepribadian bunga lily merepresentasikan kelembutan yang menawan.

Berbeda dengan bunga mawar dan bunga lily, bunga matahari perlu disemai pada ranah kebudayaan Bali. Pecinta bunga matahari selalu terlihat bahagia dan ceria, demikian hendaknya wisatawan dan krama Bali menyerupa bunga matahari. Keadilan hendaknya terasakan oleh semua orang tanpa pembeda. Siapapun yang berada, berkehidupan, atau berwisata di Bali akan sangat mudah menemukan pribadi budaya krama Bali yang hangat dan mudah didekati, dan diajak berteman akrab. Sebaiknya, kehadiran budaya Bali bagai mentari yang selalu dapat menerangi ruangan segelap apapun atau tertutup bagaimanapun, sinarnya bisa menerobos celah jendela dan pintu yang beraneka!

Bunga iris memberi warna kepribadian unik pada budaya Bali. Kepribadian bunga iris menggambarkan pribadi budaya yang penuh imajinasi kreatif, sebagai krama desa adat, seniman ngayah , petani tekun ‘nandurin karang awak’, guru yang memesona,  dokter ramah melayani, pemerintah  yang ‘anggit  dengan gagasan dan pemikiran dan sebagainya. Di samping itu, bunga iris mengedepankan pengalaman baru yang memiliki sisi spiritual kuat. Prinsip yang dipegang kuat adalah menghargai janji untuk dipenuhi, tidak suka mengobral kebohongan, bersikap optimis, setia pada secui naturam.

Disamping bunga mawar yang perfeksionis, bunga anggrek menjadikannya bunga favorit. Banyak destinasi wisata favorit tersebar di berbagai benua. Tetapi, Bali telah menjadi destinasi wisata terfavorit. Seseorang yang menyukai bunga anggrek adalah sosok yang menawan dan elegan tapi juga misterius. Mereka juga dikenal sebagai seseorang yang teratur dan detail. Penyuka bunga anggrek juga cenderung lebih suka menghabiskan waktu untuk menikmati dan memelajari secara dekat dan dalam waktu tak terbatas. Kepribadian bunga mawar seharusnya dapat diwujudkan dalam kebudayaan Bali yang adiluhung. Masih banyak misteri dalam kebudayaan Bali yang mesti diungkap dan dipelajari sebagai kumpulan fakta yang bermanfaat.

Bunga terakhir adalah bunga camelia, yang mengingatkan pada senandung Ebiet G Ade, sang legenda , “ Dia Camelia;  Isi dan pelitamu ; Kau sejuk seperti titik embun; Membasah di daun jambu…”. Kepribadian bunga camelia cenderung menyukai fleksibilitas dalam mengutarakan pendapat atau perilaku secara bertanggungjawab, tidak suka memberontak, tidak teralienasi pada akar pakraman dan budayanya. Selain cantik, bunga camelia memiliki beberapa fakta yang jarang diketahui orang. Camelia adalah bunga yang memiliki ukuran cukup besar dengan mahkota yang berlapis-lapis. Bunga ini sangat populer sebagai tanaman hias yang cantik dengan aneka warna, seperti putih, merah muda hingga ungu ! Semoga kepribadian ke-enam bunga tersebut dapat memberi warna dan makna yang lebih menawan dan mendalam.*

Prof.Dewa Komang Tantra,MSc.Ph.D.

Komentar