nusabali

6 ABK Ditemukan Selamat, 9 Korban Lagi Masih Hilang

Kapal Tenggelam di Perairan Bali Utara

  • www.nusabali.com-6-abk-ditemukan-selamat-9-korban-lagi-masih-hilang

DENPASAR, NusaBali
Kapal Motor (KM) Liberty I tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Bali Utara, Sabtu (23/10) malam.

Sebanyak 9 orang anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang, sementara 6 orang ABK lagi berhasil diselamatkan oleh kapal lainnya yang melintas di sekitar lokasi. Kepala Basarnas Denpasar, I Gede Darmada, menerangkan KM Liberty I yang tenggelam itu diketahui berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/10) dinihari menuju kawasan Reo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, saat melintas di perairan Bali Utara, Sabtu malam sekitar 22.07 Wita, kapal cargo ini terjebak badai gelombang tinggi dan angin kencang.

Kapal yang dinahkodai Jacobus Wolonterry ini sempat mencoba untuk memutar haluan agar bisa keluar dari badai gelombang tinggi. Namun sayangnya, kapal justru miring dan akhirnya tenggelam di tengah laut dalam jarak 55 kilimeter dari pesisir utara Buleleng.

"Para ABK pun berusaha menyelamatkan diri dengan memakai life jaket dan menurunkan dua unit life raft ke laut," ungkap Gede Darmada dalam keterangan tertulisnya yang diterima NusaBali, Selasa (26/10) malam.

Darmada menyebutkan, KM Liberty I tenggelam ke dasar laut, sementara para ABK yang berjumlah 15 orang berhasil keluar menggunakan dua unit life raft, yang masing-masing berisi 6 orang dan 9 orang. Mirisnya, dua life raft yang ditumpangi 15 orang ABK ini bergerak ke arah yang berbeda, lantaran terbawa arus, sehingga mereka terpisah.

Satu life raft yang berisi 6 orang ABK itu berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, Senin (25/10) siang pukul 12.20 Wita, oleh Kapal LCT Dipasena Dua yang melintas di sekitar lokasi. Para ABK berjumlah 6 orang yang selamat ini, termasuk nakhoda kapal Jacobus Wolonterry, langsung dievakuasi ke darat. Sebaliknya, satu life graft lagi yang berisi 9 orang ABK menghilang tanpa jejak.

Menurut Darmada, musibah maut ini kemudian dilaporkan ke Basarnas Denpasar, Senin siang. Begitu mendapat laporan, petugas Basarnas Denpasar langsung bergerak ke titik karamnya KM Liberti I dan baru tiba di lokasi, Selasa pagi pukul 06.00 Wita.

Petugas Basarnas terjun ke lokasi menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Arjuna 229 dengan 17 personel plus 5 orang tim rescue. Begitu tiba di lokasi kemarin pagi, petugas Basarnas langsung melakukan penelusuran untuk mencari keberadaan 9 orang ABK yang masih hilang. Namun, hingga kemarin petang pukul 18.00 Wita, upaya pencarian belum belum membuahkan hasil.

"Upaya pencarian akan dilanjutkan besok pagi (hari ini). Rencananya, kami akan melakukan penelusuran di luar lokasi karamnya kapal. Kapal pencari masih berlabuh di Pulau Sapeken, Madura, Jawa Timur," papar Darmada.

Sementara itu, berdasarkan data dari Basarnas Denpasar, 9 orang ABK KM Liberty I yang masih hilang, masing-masing Dwi Harmianto (Mualim I), Khoirul Hudha (Mualim II), Rizki Adi Tama (Masinis II), Jeri Jepri (Juru Mudi), Sebastian Saga (Juru Minyak), Rivaldy Refly M (Juru Minyak), Matheis Maoni Teo (Serang), Petrus Rumahlewang (Opt Crane), dan Hadiq Zain (Koki).

Sedangkan 6 orang ABK yang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, masing-masing Jacobus Wolonterry (Nakhoda), David Makatita (Masinis III), Arif Budi Ruhul L (Juru Mudi), Muhamad Jufri (Juru Mudi), Hanli Kiuk (Juru Minyak), dan Muhammad Ali (KKM). *dar

Komentar