nusabali

Jadi Ajang Pertarungan Kader Golkar vs PDIP

Perebutan Kursi Ketua DPD ASITA Bali

  • www.nusabali.com-jadi-ajang-pertarungan-kader-golkar-vs-pdip

DENPASAR, NusaBali
Tarung bernuansa politik muncul dalam perebutan kursi Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali 2021-2026, melalui perhelatan Musyawarah Daerah (Musda), 25 Agustus 2021 mendatang.

Kandidat yang akan bertarung, antara lain, Komang Takuaki Banuarta (kader Golkar) dan Putu Astiti Saraswati (kader PDIP).

Komang Takuaki Banuarta alias Mang Banu adalah politisi-pengusaha asal Desa Batubulan, Kecamaytan Sukawati, Giuanyar yang kini Bendahara DPD I Golkar Bali. Saat ini, Mang Banu menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Tata Krama Daerah Bali DPD ASITA. Mang Banu juga sempat terpilih menjadi Ketua DPD ASITA Bali hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), 14 November 2020 lalu.

Sedangkan Putu Astiti Saraswati adalah Srikandi PDIP asal Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Bangli. Di dunia politik, Saraswati kini menjabat Wakil Ketua Bidang Pariwisata DPC PDIP Bangli. Putri dari mantan Dirut PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, ini sebelumnya sem-pat menduduki sebagai Sekretaris ASEAN Market DPD ASITA Bali.

Selain Saraswati dan Mang Banu, figur pengusaha yang juga maju tarung sebagai kandidat Ketua DPD ASITA Bali 2021-2026 adalah Putu Winastra, Komang Nurjaya, I Ketut Jaman, dan I Ketut Tunggu. Putu Winastra adalah Sekretaris DPD ASITA Bali 2016-2020. Dia disebut-sebut mendapatkan dukungan dari I Ketut Ardana, Ketua ASITA Bali 2016- 2020 yang notabene mantan fungsionaris DPD Demokrat Bali.  

Sementara Komang Nurjaya adalah mantan Ketua Dewan Pengawas Tata Krama (Depeta) ASITA Bali hasil Musdalub 2020. Sedangkan I Ketut Jaman adalah pengusaha yang saat ini tergabung di Kelompok Ahli Gubernur Bali. Sebaliknya, Ketut Tunggu adalah Ketua Koordinator Market Domestik DPD ASITA Bali 2016-2020.

Tarung perebutan kursi Ketua DPD ASITA Bali 2021-2026 nanti juga akan diwarnai duel sengit antara Mang Banu vs Putu Winastra yang dibekingi Ketut Ardana. Mang Banu sempat memimpin DPD ASITA Bali hasil Munaslub 2020. 

Kubu Mang Danu dan kubu Ketut Ardana sudah disatukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, dalam pertemuan di Gedung Jaya Sabha Denpasar, Senin (31/6) lalu. Saat itu, Ketut Ardana dikembalikan posisinya sebagai Ketua ASITA Bali 2016 sampai nanti terpilih Ketua ASITA Bali melalui Musda Agustus 2021 mendatang. Sedangkan Mang Danu dikembalikan menjadi Ketua Dewan Pengawas Tata Krama Daerah Bali DPD ASITA.

Ditemui NusaBali di Kantor Sekretariat DPD I Golkar Bali, Jumat (30/7) siang, Mang Banu mengatakan dirinya memang akan maju berebut kursi Ketua ASITA Bali, dengan motivasi ingin membenahi organisasi pengusaha travel tersebut. Soal berapa dukungan yang telah dikantongi, Mang Banu tidak mau merinci. "Pokoknya berjuang dulu. Sementara ini saya dengar sudah ada 200 pemegang suara yang mendaftar," ujar pria berdarah Jepang dan Bali ini.

Sementara itu, Putu Astiti Saraswati yang disebut-sebut mewakili kaum milenial, juga mengakui akan bertarung memperebutkan kursi Ketua ASITA Bali 2021-2026, dengan semangat kesetaraan gender. "Saya maju karena dorongan untuk kesetaraan gender. Di samping juga ingin memajukan organisasi ASITA Bali," tandas Saraswati saat dikonfirmasi terpisah, Jumat kemarin. 7 nat

Komentar